WhatsApp Akan Menarik Biaya untuk Layanan ‘Khususnya’


© wp.com

SURATKABAR.ID – Popularitas WhatsApp sebagai aplikasi chat terbesar di dunia tidak dapat dipungkiri lagi. Penggunanya sekarang sudah hampir merata di seluruh dunia. Bahkan, BlackBerry Messenger yang dulunya menjadi nomor satu sudah dapat dikalahkannya.

Untuk tetap menjaga posisi di tempat tertinggi, tentu saja harus ada inovasi-inovasi baru yang wajib dimunculkan agar penggunanya tidak bosan dengan fitur yang sudah ada. Salah satu fitur yang sekarang ini masih sebatas rumor saja adalah WhatsApp akan mengujicobakan sistem penggunaan uang dalam jasanya.

Menurut TheNewxtWeb.com (9/3/2017), dalam hal ini bukan berarti semua penggunanya akan ditarik biaya atas pemakaian jasa layanannya, melainkan sitem baru yang ditujukan untuk para pebisnis saja. Maksudnya, jika seorang pebisnis ingin menghubungi atau melakukan komunikasi dengan kolega, rekan bisnis atau konsumennya, maka hal tersebut dapat mereka lakukan dengan cepat.

Namun pertanyaannya, bukankah selama ini semua pengguna dapat menghubungi atau melakukan komunikasi dengan orang yang mereka inginkan dengan cepat pula? Lantas untuk apa fitur baru tersebut diciptakan.

Walaupun belum jelas apa maksud diciptakannya fitur baru itu, namun secara pasti, para developer di WhatsApp tentunya tidak akan membuat satu inovasi baru yang terkesan sia-sia saja. Fitur baru ini sekarang sedang diujicobakan di India sebelum nantinya akan diujicobakan di beberapa negara lain dan jika sukses, baru akan dirilis secara resmi untuk umum.

Namun berdasarkan lansiran dari Forbes (27/2/2017), ada dugaan bahwa monetizing seperti ini dilakukan karena Facebook selaku pemilik WhatsApp ingin mencoba mengembangkan sisi lain dari platform chatting tersebut yang memang diperuntukkan bagi para pebisnis.

Dengan menggunakan WhatsApp for Business ini, maka para pebisnis dapat melakukan kontak atau komunikasi langsung dengan banyak kolega, rekan atau para kostumernya secara langsung tanpa terkesan melakukan spamming ke mereka.