Wow! Inikah Bukti Eks Jendral Lini Tengah Singo Edan Ini Merapat ke Persib?


SURATKABAR.ID Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurdjaman mengaku sering menjalin komunikasi dengan pemain yang sebelumnya bersama PSM Makassar, Raphael Maitimo.

“Sudah sering banget kita komunikasi dengan Maitimo. Kemarin itu dia juga sempat ingin sekali bergabung dengan Persib tapi belum ada lampu hijau,” ungkap Djanur sapaan akrabnya, seperti dilansir dari Rakyatku, Rabu (08/03/2017).

Maitimo memang telah mengumumkan jika dirinya resmi hengkang sebelum memperkuat tim PSM Makassar di Liga I.

Alasannya, pemain naturalisasi merasa ada perbedaan visi dengan sang juru taktik Ayam Jantan dari Timur, Robert Alberts.

Pihak manajemen PSM sendiri belum mengetahui ke mana Maitimo bakal berlabuh usai tak bersama Ayam Jantan dari Timur. Apalagi, manajemen PSM belum bisa bicara banyak terkait Maitimo.

“Saya tidak bisa prediksi kapan CEO PSM (Munafri Harifuddin) bisa memberi kejelasan terkait Maitimo,” kata MO PSM Makassar, Andi Widya Syadzwina.

Baca Juga: Galau! Eks Andalan Arema Ini Sekarang Malah Terancam Absen di Liga-1

Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman mengungkapkan dirinya sempat terlibat komunikasi yang cukup intensif dengan Raphael Maitimo. Gelandang naturalisasi itu sekarang memang berstatus bebas transfer.

Terakhir kali, Maitimo berkostum PSM Makassar saat manggung dalam gelaran Piala Presiden 2017 ini. Namun, belum lama ini secara resmi dia sudah tidak laga menjadi bagian dari tim berjuluk Juku Eja tersebut.

“Sudah sering banget kita komunikasi dengan Maitimo,” kata Djadjang di mess Persib, Jalan Ahmad Yani, Bandung.

Usai dikabarkan hengkang dari PSM, Maitimo justru santer diberitakan bakal hijrah ke Sriwijaya FC, lalu belakangan ini justru lebih dekat pada Persija Jakata.

Djanur, mengatakan saat itu Maitimo sempat menyatakan berminat untuk bergabung dengan skuat Maung Bandung. Namun, sambung dia, saat itu masih belum ada kepastian dan tidak berlanjut ke arah pembicaraan yang lebih serius.

“Kemarin itu dia sempat ingin sekali gabung Persib, tapi belum ada lampu hijau,” pungkasnya.

Maitimo sendiri berhasil mendapatkan nama besarnya, saat membela Timnas Indonesia di beberapa kesempatan internasional sebelum akhirnya sepak bola nasional dibekukan FIFA, karena intervensi pemerintah.

Nama pemain berusia 32 tahun tersebut makin melambung musim lalu, saat membela Arema Cronus di turnamen ISC A. Bersama Singo Edan Maitimo berhasil jadi jendral lapangan tengah andalan skuat asal Malang tersebut.

Namun saat ini keberadaan Maitimo masih menjadi misteri, dimana hal tersebut berbanding lurus dengan di klub manakah ia akan berlabuh musim depan. Selain tim asal dalam negeri, kabarnya beberapa klub asal Malaysia, Singapura, dan Thailand juga berhasrat menggunakan jasanya.