Ternyata, Penisilin dan Aspirin Sudah Digunakan Sekitar 40 Ribu Tahun Lalu Oleh Manusia Purba


© theregister.co,uk

SURATKABAR.ID – Sampai saat ini, banyak orang yang menggunakan penisilin untuk menyembuhkan luka infeksi yang disebabkan bakteri dan aspirin sebagai pereda rasa sakitnya.

Banyak ilmuwan mempercayai bahwa penisilin dan aspirin telah digunakan sejak awal peradaban manusia.

Namun sebenarnya, jika diurut berdasarkan sejarahnya, ternyata tidak di awal peradaban saja penisilin dan aspirin digunakan, karena menurut hasil penelitian oleh ilmuwan dari University of Adelaide Australia Centre for Ancient DNA menemukan bahwa orang-orang neanderthal juga sudah menggunakan keduanya ketika mengalami sakit atau saat mencoba menyembuhkan luka.

Hal tersebut terungkap setelah para ilmuwan meneliti gigi manusia neanderthal yang hidup sekitar 40 ribu tahun lalu di Eropa Tengah. Dalam gigi-giginya, terdapat karang yang mana ketika diteliti merupakan suatu jenis kulit pohon poplar yang mana mengandung bahan kimia pembentuk aspirin.

Selain itu, terdapat juga kerak-kerak zat kimia yang biasa digunakan untuk membuat penisilin tercetak di dalam tubuhnya (kerangka).

“Perilaku mereka (manusia neanderthal) nampak lebih canggih dibandingkan dengan manusia purba lainnya dan lebi cenderung mirip seperti manusia zaman sekarang dalam banyak hal. Untuk mengobati diri, dia makan sejenis kulit pohon yang mengandung zat kimia untuk membuat aspirin dan juga kami menemukan cetakan penisilin di dalam dirinya,” ungkap Prof Alan Cooper, direktur University of Adelaide Australia Centre for Ancient DNA, seperti yang dikutip dari Bbc.com (8/3/017).

Dari hasil penelitian tersebut, para ilmuwan menyakini bahwa di zaman dahulu, manusia neanderthal sudah memeiliki pengethuan yang cukup bagus terkait dengan penggunaan tanaman obat dan apa saja yang dibutuhkan untuk meredakan sekaligus menyembuhkan rasa sakit.

“Penggunaan antibiotik ini sangat mengejutkan mengingat mereka hidup 40 ribu tahun lalu, jauh sebelum aspirin dan penisilin dikembangkan dalam bentuk obat,” lanjutnya.