Ini Respons Cepat Apple, Samsung dan Microsoft Terkait Tudingan Wikileaks Terhadap CIA


© melamorsicata.it

SURATKABAR.ID – Sejak tahun 2013 lalu, ada laporan bahwa pemerintah Amerika Serikat melalui FBI dan CIA memata-matai para pengguna perangkat mobile cerdas atau smartphone dengan menggunakan teknologi khusus yang kabarnya ditanamkan di setiap perangkat saat masih belum diedarkan ke pasar.

Baru-baru ini, Wikileaks yang sempat membuat negara Paman Sam beberapa tahun lalu kelabakan karena banyak dokumen rahasia negara yang terumbar luas dan diunggah ke internet, kembali membuat satu pernyataan mengejutkan.

Dalam pernyataan terbarunya, Wikileaks menyebutkan bahwa agen mata-mata Amerika Serikat di CIA telah mengembangkan teknologi peretasan paling canggih yang berfungsi untuk mendengarkan dan merekam apa saja yang sedang dibicarakan oleh pengguna perangkat elektronik, khususnya yang keluaran dari Apple, Microsoft dan Samsung.

Wikileaks juga menyatakan bahwa CIA sengaja menciptakan malware yang dapat menginfeksi perangkat elektronik dengan cara meretas melalui koneksi USB yang mana teknologinya merupakan hasil kerjasama dengan agen rahasia Inggris, MI5.

Terkait dengan tudingan bahwa perusahaan mereka dikait-kaitkan dengan peretasan yang katanya dilakukan oleh CIA, pihak Apple, Microsoft dan Samsung langsung memberikan respon tegas dan cepat mereka.

“Teknologi yang kami buat dibangun dengan menggunakan sistem keamanan yang terbaik untuk saat ini. Kami juga terus memberikan update terbaru yang dapat diunduh pengguna agar keamanan data mereka tetap terjaga,” ungkap pihak Apple, seperti yang dliansir oleh bbc.com (8/3/2017).

Samsung juga mengatakan bahwa prioritas utama yang terus mereka junjung tinggi adalah masalah privasi pengguna. Ketika muncul laporan tersebut, Samsung mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian investigasi untuk menemukan kebenarannya.

Setali tiga uang dengan kedua perusahaan raksasa tersebut, Microsoft juga mengatakan hal yang sama bahwa mereka langsung melakukan penelitian lebih mendalam untuk membuktikan apakah benar produk mereka telah disusupi malware ciptaan CIA.

“Kita tanggap akan masalah itu dan kita sedang mencarinya (membuktikan tuduhan Wikileaks,” jelas juru bicara Microsoft.

Sayangnya hingga sekarang ini, pihak CIA masih belum berkenan memberikan penjelasan mengenai tuduhan dari Wikileaks tersebut. Padahal, banyak pihak yang menunggu klarifikasi dan konfirmasi terkait masalah yang dapat menimbulkan krisis keamanan data ini.