Nyelekit! Begini Pedasnya Sindiran Rizal Ramli ke Jokowi dan Ahok


SURATKABAR.ID – Rizal Ramli, mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya menyoroti pembangunan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Menurutnya, pemerintah selama ini hanya fokus untuk memenuhi kebutuhan para konglomerat saja. Oleh sebab itulah tidak mengherankan jika banyak usaha ekonomi besar didominasi oleh pengusaha kaya raya saja.

Rizal yang bertahan dalam kabinet Jokowi satu tahun saja ini menilai jika merosotnya perekonomian Indonesia dikarenakan pemerintah menganut neoliberalisme. Paham tersebut lalu berdampak pada terjadinya ketimpangan antara konglomerat dan warga miskin di Indonesia.

“Dampaknya seperti gelas anggur yang atasnya ini big business (pengusaha besar) baik BUMN maupun swasta. Ada sekitar 200 keluarga yang menguasai ekonomi Indonesia dan sekitar 180 BUMN. Selama ini, sejak orde baru mereka dilindungi, diproteksi, dan diberikan subsidi langsung maupun tidak langsung sehingga makin lama makin besar,” papar Rizal saat menjadi pembicara di Rakornas PKS yang digelar di Hotel Bumi Wiyata, Depok Jawa Barat, Selasa (7/3/2017) seperti yang tertera di merdeka.com.

 Baca juga: Heboh! Nama Ganjar Pranowo Terdapat di Lembar Dakwaan Kasus E-KTP

Sementara itu, di bawahnya ada bagian tipis dan panjang yang berfungsi sebagai pegangan. Dan Rizal menyebutkan ika bagian tersebut merupakan golongan menengah yang independen.

“Jumlah golongan menengah sedikit sekali, di bawahnya lagi alas, ada 40 juta sampai 60 juta usaha kecil dan rumah tangga yang negara bantunya cuma ecek-ecek, yang negara bantunya cuma charity tapi negara tidak membantu secara struktural supaya mereka lebih hebat,” terang Rizal lebih jauh lagi.

Menurutnya, seharusnya golongan tersebut harus dibantu oleh pihak pemerintah. Namun pada kenyataanya pemerinta cenderung menyokong para pengusaha besar.

Rizal melanjutkan lagi jika para pengusaha besar hanya jago kandang. Dalam artian, mengeruk keuntungan dalam negeri sendiri tanpa memberi kontribusi yang menguntungkan balik bagi negara tauapun juga rakyat.

Baca juga: Terkait Polemik Freeport, Rizal Ramli: Setop Tipu-Tipu

Dalam kesempatan tersebut, tidak hanya Jokowi saja yang kena sindiran Rizal Ramli, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok juga diserang. Rizal diketahui memang terlibat perseteruan sengit dengan Ahok saat membahas reklamasi saat masih menjadi menteri. Tak selang lama dari perseteruan tersebut, Rizal dicopot dari jabatannya.

“Terganggu dengan kehadiran Ahok, terganggu karena penistaan agama, terganggu karena memakai slogan bersih tetapi tidak, terganggu karena selama ini pakai slogan transparan pada praktiknya tidak, terganggu dengan kampanye profesional pada praktiknya tidak,”  papar Rizal.

Rizal juga mewanti-wanti PKS untuk tidak memberikan dukungannya kepada Ahok. Rizal menyebutkan jika beberapa parpol besar yang mendukung Ahok pamornya jadi meredup.

“Apa yang kami sebut sebagai Ahok Effect. Efek tenggelamnya partai-partai besar yang mendukung Ahok di Jakarta,” pungkas Rizal