Dampak Kasus Kim Jong Nam, Korea Utara-Malaysia Saling Usir Dubes


    SURATKABAR.ID – Kasus penyerangan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) yang menyebabkan kematian Kim Jong Nam, rupanya berbuntut panjang. Bahkan mempengaruhi hubungan diplomatik Korea Utara dan Malaysia.

    Senin (6/3/2017), Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, Kang Chol, resmi meninggalkan Kuala Lumpur setelah dirinya diusir oleh pemerintah Malaysia.

    Menurutnya, pengusiran ini tentu akan berdampak pada hubungan kedua negara yang selama ini telah terjalin.

    “Saya menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakan ekstrem yang diambil pemerintah Malaysia, merusak hubungan bilateral,” tutur Kang Chol pada awak media saat bersiap meninggalkan Malaysia, dilansir cnn.indonesia.com.

    Baca juga: Heboh! Jokowi Disebut Tak Beretika, Ini yang Ditulis Media Arab

    Sebelumnya, pemerintah Malaysia memberikan waktu 48 jam untuk Kang Chol agar segera meninggalkan Malaysia setelah dinyatakan sebagai persona non grata, Sabtu (4/3/2017) lalu.

    Pengusiran Kang Chol dari Malaysia ini ternyata dibalas oleh Korea Utara. Mereka juga mengusir Dubes Malaysia Mohamad Nizan Mohamad dari Pyongyang.

    Meski begitu, ternyata Mohamad telah dipanggil pulang ke Kuala Lumpur sejak 22 Februari 2017 lalu. Kala itu Mohamad dipanggil untuk membantu penyelesaian kasus Kim Jong Nam yang memicu ketegangan antara Malaysia dan Korea Utara.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Malaysia mengatakan bahwa pengusiran Mohamad merupakan aksi balasan yang wajar dilakukan.

    “Aksi balasan semacam ini tergolong wajar dalam diplomasi,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri Malaysia, Raja Nurshirwan, dilansir detik.com.

    Ketegangan antara kedua negara bermula dengan penyerangan pada kakak tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un yang berakhir dengan kematian.

    Korea Utara meminta agar jenazah Kim Jong Nam segera di kirim ke Pyongyang. Namun Malaysia menolak melakukannya hingga penyidikan kasus ini selesai.

    Korea Utara selama ini bersikeras bahwa Kim Jong Nam meninggal karena serangan jantung. Namun, pemerintah Malaysia menganggap kematian tersebut disebabkan oleh penyerangan yang diduga dilakukan mata-mata.