Enam Pecinta Alam Hilang Dalam Goa, Ajaibnya Mereka Ditemukan Setelah Tim Pencari Lakukan Ini


    SURATKABAR.ID Enam orang mahasiswa Divisi Pecinta Alam (Dimpa UMM) Malang, yang terjebak dalam Goa Lo Bangi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang sejak Minggu (05/03/2017) akhirnya ditemukan.

    Informasi keenam mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu ditemukan diketahui pada Senin (06/03/2017), sekitar pukul 16.30.

    “Sudah bertemu dalam kondisi sehat. Untuk jalur dan sebagainya belum disebutkan,” kata Musa Khusainudin (41), seorang anggota luar biasa Dimpa.

    Di sisi lain, ada misteri di balik penemuan keenam mahasiswa tersebut. Dilansir dari Surya Malang, sebelumnya tim pencari sudah menyusur jalur sebanyak tiga kali tapi tak ditemukan.

    Baru setelah seorang pencari mengumandangkan adzan, keenam orang itu ditemukan. “Ini faktor x. Terkadang gak bisa dinalar,” kata Musa.

    Sekadar diketahui, enam mahasiswa ini dilaporkan hilang pada Minggu pagi. Mereka adalah Anis Febrianti (P/21), Hera Amalia (P/20), Nabila Fauziyah (P/19), Teuku Zulfikar (L), Dwi Chandra (L) dan Tagar al Aziz (L).

    Baca juga: Geger! Sumber Air Ajaib Ini Tiba -Tiba Muncul Ditengah Warga yang Kesulitan Air Bersih

    Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Bagyo Setiono menambahkan Dimpa di sana sedang melakukan Diklat Caving.

    “Informasi yang kami terima, mereka diklat caving di gua tersebut sejak kemarin,” kata Bagyo, Senin (06/03/2017).

    Meski demikian, belum diketahui kondisi mereka yang terbaru. Belum diketahui pula apakah kondisi mereka luka atau tidak setelah pencarian tersebut. Yang bisa dipastikan mereka semua selamat.

    Wisata gua ini terkenal dengan sebutan Gua Lo Bangi. Sebenarnya ada dua buah gua yaitu Gua Lo dan Gua Bangi. Keberadaan kedua gua ini berdekatan di satu wilayah, oleh sebab itu sering disebut Gua Lo Bangi oleh masyarakat sekitar.

    Gua ini berada di Dusun Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Gua Lo berada di salah satu sudut area ladang milik warga Kedungsalam. Sedangkan Gua Bangi berada di area ladang milik Pak Bangi, warga Kedungsalam juga.

    Tidak jauh dari gua ini, sekitar 5 km ke arah selatan terdapat Pantai Ngliyep yang memiliki pemandangan alam indah.

    Gua Lo dan Gua Bangi adalah satu sistem sungai bawah tanah. Keduanya bisa ditelusuri dan saling terhubung. Kontur sekitar mulut Gua Bangi adalah lembah karst. Posisi gua ini berada di tepi bukit. Di depan mulut gua, tanah ditahan dengan batu kapur.

    Agar tanah tidak masuk ke dalam, pemilik ladang sengaja menahan tanah dengan membuat dinding dari batuan kapur di depan mulut gua. Dengan kondisi seperti ini, air akan tertahan baik dari luar maupun dalam gua.

    Gua Lo Bangi termasuk gua yang memiliki tekstur horizontal (datar) namun berliku dan memiliki tinggi sekitar 7 meter. Walaupun indah, keberadaan  Gua Lo Bangi masih belum begitu populer di masyarakat.

    http://credit-n.ru/zaymyi-next.html