Alibaba Siap Jadi Penyedia Layanan Cloud Computing No. 1 di Dunia


SURATKABAR.ID – Di tahun 2009, raksasa e-commerce asal Cina, Alibaba, ini mengambil terobosan baru untuk terjun ke pasar komputasi awan (cloud computing). Banyak pengamat yang menilai keputusan ini sangat beresiko besar mengingat tingginya kompetisi antar perusahaan Cina yang sama-sama bergerak di sektor ini.

Seperti yang diwartakan oleh CNBC.com, Alibaba bersaing ketat dengan Baidu and Tencent untuk menarik minat masyarakat dunia, khususnya Cina. Selain itu, perusahaan telekomunikasi dan jaringan Huawei juga menjadi pemain yang cukup kompetitif di sektor cloud computing.

Dua tahun lalu, Alibaba melakukan ekspansi sektor bisnis barunya ini keluar Cina dengan mengucurkan dana investasi sebesar 1 milyar dolar untuk proyek Aliyun atau dikenal sebagai Alibaba Cloud. Pada waktu itu, presiden Alibaba Cloud, Simon Hue, mengatakan bahwa pihaknya optimis mampu mengalahkan Amazon dalam kurun waktu 4 tahun ke depan, baik dalam hal pelanggan, teknologi ataupun skala global.

Setelah 2 tahun berselang dari peluncurannya, Alibaba Cloud mulai diminati oleh masyarakat. Berdasarkan laporan perusahaan di bulan Desember, produk cloud computing ini naik sebesar 115 persen pada kuartal ke-tujuh. Alibaba meraup keuntungan sebesar 254 juta dolar di beberapa kuartal terakhir. Namun, angka ini masih terpaut jauh dari produk cloud computing milik Amazon, AWS, yang meraup keuntungan total sebesar 3,53 milyar dolar.

Alibaba sendiri mengatakan bahwa unit cloud computing-nya sudah terjual dan digunakan oleh 765.000 pelanggan di kuartal terakhir 2016. Jumlah tersebut naik sebesar 114.000 dari kuartal sebelumnya, meskipun Alibaba tidak melaporkan jumlah pengguna layanannya di tahun sebelumnya.

Meskipun keutungan Alibaba masih tertinggal dari pemain-pemain lama di sektor cloud computing, sebuah survey yang dilakukan oleh Synergy Research Group menempatkan Alibaba di urutan ke-enam di bawah AWS, Microsoft, Google, IBM dan Salesforce di bidang infrastruktur, platform and layanan cloud privat.

Meskipun survey menempatkan Alibaba sebagai perusahaan penyedia layanan cloud computing No. 1 di Cina, banyak pengamat telekomunikasi yang berpendapat bahwa masih terdapat banyak ruang untuk Alibaba untuk mengembangkan sektor bisnis ini sehingga bisa bersaing dengan perusahaan-perusahaan di Amerika Serikat.