Hebat, Pria Asal Skotlandia Ini Bisa Hidup Selama 382 Hari Tanpa Makan


SURATKABAR.ID – Pernahkah Anda mencoba berpuasa selama satu minggu penuh tanpa makan? Mungkin jawabannya tidak. Banyak penelitian yang melaporkan bahwa manusia dapat bertahan hidup tanpa makan selama beberapa minggu, sementara mereka dapat hidup kurang dari seminggu tanpa minum. Namun hal ini kembali lagi ke daya tahan tubuh setiap individu.

Meskipun banyak penelitian yang melaporkan bahwa manusia hanya bisa bertahan hidup tanpa makan selama beberapa minggu, seorang pria asal Skotlandia membuktikan dirinya mampu hidup selama 382 hari tanpa makan.

Dikutip dari Science Alert.com, pria bernama Angus Barbieri ini pertama kali datang ke Departemen Kesehatan Rumah Sakit Royal Infirmary di Dundee, Skotlandia beberapa tahun yang lalu untuk meminta bantuan.

Menurut dokter yang menanganinya, Angus pada waktu itu menderita obesitas berat dengan berat badan sekitar 207 kg. Dokter menyarankannya untuk melakukan puasa selama beberapa hari, tapi tampaknya Angus terus melakukannya sampai berminggu-minggu bahkan satu tahun lebih untuk mencapai berat badan 49 kg.

Selama berpuasa, Angus menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dan pergi ke rumah sakit di malam harinya untuk melakukan pemeriksaan rutin. Dia hanya mengkonsumsi vitamin termasuk suplemen potasium dan sodium. Selain itu, Angus diperbolehkan untuk minum kopi, teh dan air mineral yang terbukti tidak mengandung kalori. Selama minggu-minggu terakhir berpuasa, dia menambahkan gula dan susu ke dalam teh yang diminumnya.

Setelah setahun lebih berpuasa, Angus akhirnya mendapat berat badan yang diimpikannya yaitu 49 kg. Lima tahun kemudian, dia masih rutin menjalankan puasa dan dapat menjaga berat badannya di kisaran 89 kg.

Kisah Angus yang menjalankan puasa selama 382 hari tanpa makan menjadi contoh pola diet paling ekstrim yang pernah terjadi. Di tahun 1964, peneliti melaporkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa dengan berpuasa selama jangka waktu yang lama dapat menurunkan obesitas akut pada pasiennya yang berpuasa selama 117 hari.

Namun demikian, pola diet ekstrim seperti ini dapat membahayakan. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa energi yang didapatkan dari makanan dan persediaan lemak di tubuh meskipun hanya dalam waktu yang singkat.


SUMBERScience Alert
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTerkait Polemik Freeport, Rizal Ramli: Setop Tipu-Tipu
Berita berikutnyaLenovo Kembali Gunakan Nama Motorola. Ada Apa Ini?