Tokoh Muslim Amerika Ini Ingatkan 5 Dampak Negatif dari Penyambutan Raja Salman yang Berlebihan


SURATKABAR.ID – Ustaz Shamsi Ali, seorang tokoh Muslim asal Indonesia yang kini tinggal di Amerika Serikat berkomentar mengenai penyambutan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz yang cukup mewah di tanah air.

Dilansir dari republika.co.id, Ustaz Shamsi menyatakan jika selain punya dampak postif atas kedatangan Rasa Salman karena ada kemungkinan akan meminjamkan atau menanam saham dalam berbagai aspek peremonomian Indonesia, yang konon kabarnya bisa mencapai 25 miliar dolar AS. Pihak Indonesia juga harus tetap mencermati sisi negatif dari kemewahan atas sambutan tersebut.

”Saya justru ingin melihat bangsa Indonesia, khususnya umat Islam, selalu mengambil sikap imbang dalam segala hal. Termasuk ketika harus menghormati seorang tamu asing,” ucap Shamsi, dalam siaran persnya, Rabu (1/3/2017).

Ia menjelaskan mengenai adanya konsekuensi negatif atas penyambutan yang dianggapnya cukup berlebihan tersebut. Hal pertama yang jadi perhatian Ustaz Shamsi adalah kenyataan mengenai Raja Salman yang berposisi sebagai penguasa sebuah negara yang secara sistem tidak mencerminkan semangat ajaran Islam dalam hal pengelolaan negara.

Baca Juga: Presiden Jokowi Diminta Tagih Janji Raja Salman

Hal paling sederhana yang bisa menggambarkan masalah tersebut adalah sistim kerajaan, kekuasaan keluarga, dengan keberpihakan kepada keluarga kerajaan yang sangat besar, menjadikan keadilan sosial tereliminir ke titik nadir yang mengecewakan.

“Harusnya Indonesia mendapat kehormatan di dunia Islam karena mampu mengawinkan antara Islam dan demokrasi. Sesuatu yang langka tentunya di bagian dunia Islam lainnya,” ujarnya.

Hal kedua yang menurut Ustaz Shamsi perlu jadi perhatian adalah masalah pengayoman terhadap kaum minoritas di Arab saudi. Ia mengakui senang jika akidah Islam yang Ahlusunnah terjaga baik di Saudi Arabia. Tapi atas nama menjaga akidah Ahlusunnah maka kelompok atau golongan yang dianggap tidak sejalan harus disingkirkan. Baginya, itu sama sekali tidak sesuai dengan semangat ajaran Rasulullah yang tetap mengayomi minoritas yang tidak sejalan dengan Beliau.

”Saya tidak sama sekali membela Syiah. Tapi serangan Saudi ke Yaman itu sangat tidak proporsional dan banyak mengorbankan jiwa-jiwa yang tidak berdosa,” sebut dia.

Catatn kedtiga menurut Ustaz Shamsi adalah mengenai sambutan yang mewah dan berlebihan akan menguatkan stigma bahwa Muslim Indonesia itu ‘inferior’ kepada Muslim Arab.

Ustaz Shamsi menegaskan bahwa dirinya tidak anti Arab. Ia menyatakan memiliki banyak kenalan dari Arab yang Iman serta Islamnya sangat kuat. Akan tetapi tetap harus menjaga agar tidak semakin menambah stigma negatif yang selama ini berkembang cukup pesat.

Keempat, menurut Ustaz Shamsi yang perlu diperhatikan adalah mengenai perlakuan Arab saudi terhadap pekerja-pekerja Indonesia, khususnya para TKW. Ia mengingatkan jika Arab Saudi masih belum mau menandatangani konvensi internasional yang menyangkut ‘domestic workers’ yang secara hukum internasional dijamin.

”Hal ini harusnya masuk dalam agenda pembahasan karena menyangkut kemanusiaan dan harkat bangsa,” sebut dia.

Terkahir, ia mengingatkan mengenai kehormatan bangsa. Hal ini berkaitan dengan isu yang berkembang mengenai adanya rencana Arab saudi akan menanam saham besar di Indonesia. Bahkan akan mencapai 25 miliar dolar AS.

Baca Juga: Namanya ‘Berbau’ Islam, Anak Muhammad Ali Diperakukan Seperti Ini di Bandara Florida

”Kebesaran sebuah bangsa tidak hanya pada kemajuan ekonominya. Tapi yang terpenting adalah kemampuan membangun independensi dan kehormatannya,” kata Shamsi.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaSambut Raja Salman, DPR Siapkan 90 Kursi dan Mikrofon Warna Emas
Berita berikutnyaTerungkap! Ini 3 Ormas Islam yang Akan Bertemu Raja Salman