Facebook Gandeng Mitra Kumpulkan Triliunan Rupiah untuk Startup di Uganda


Facebook jalin mitra untuk membangun infrastruktur jaringan internet di Uganda

SURATKABAR.ID – Facebook mengumumkan dalam pertemuannya di MWC, kemarin (28/2), bahwa pihaknya sedang dalam tahap pembangunan stasiun jaringan fiber di Uganda. Menggandeng beberapa perusahaan telekomunikasi seperti perusahaan operator selular di India Airtel, dan industry digital BCS, Telecom Infrastructure Project (TIP) berani berinvestasi sebesar 170 juta dolar Amerika atau setara dengan Rp2,2 triliun terhadap startup telecom infrastruktur.

Perusahaan juga melihat perkembangan atas usaha-usaha lain yang berperan pada infrastruktur dibalik masyarakat yang menggunakan internet (terutama penggunaan Facebook) melalui TIP. Facebook memiliki perangkat jaringan optic Voyager yang sekarang sedang dalam masa uji oleh Telia dan Orange di Eropa.

Pihak Facebook juga mengatakan terkait proyek di Uganda ini akan mampu mencakup akses bagi 3 juta penduduk. Sebagai stasiun transmisi jaringan, tujuan utamanya adalah untuk menyediakan dapat menambah kapasitas terhadap stasiun utama sehingga jaringan 3G dan 4G dapat terakses.

Seperti yang diwartakan oleh TechCrunch, Facebook dan TIP tidak begitu banyak menjelaskan mengenai perusahaan apa saja yang diajaknya bermitra untuk pendanaan.

Namun didapatkan informasi bahwa mitranya ikut berkontribusi dalam pendanaan yang mencapai Rp2,2 miliar tersebut, termasuk dari pihak Atlantic Bridge, Capital Enterprise, Downing Ventures, Entrepreneur First, Episode 1 Ventures, IP Group plc, Oxford Sciences Innovation and Touchstone Innovations, dan investor serta institusi lainnya. Semua yang terlibat dalam proyek ini percaya bahwa akan membawa manfaat pada industri-industri di Uganda.

“Kami percaya hal ini akan berfokus pada tujuan investasi dari para inventor inovatif. Dengan begitu solusi insfrastruktur baru akan tercipta untuk industry”, ungkap Facebook pada pertemuannya di MWC.

Alasan Facebook terlibat dalam proyek ini adalah agar lebih berfokus pada pembangunan infrastructure secara fisik dan tidak ingin mengulang sejarah lalu mengenai terlalu banyak biaya yang dikeluarkan.

Selain itu, proyek ini juga bertujuan untuk mengembangkan jaringan lebih luas, seperti rencana akses data di Afrika melalui satelit.(joc)