Gempar! Pengakuan Muslimah Pegawai Gedung Putih Usai Trump Dilantik


    SURATKABAR.ID – Rumana Ahmad merupakan pegawai muslimah yang bekerja di Gedung Putih. Sebagai seorang muslimah memang wajar sekali jika dirinya memakai hijab atau penutup kepala. Dan ia sudah bekerja di Gedung Putih sejak tahun 2011 yang lalu.

    Pada masa pemerintahan Presiden Obama, Rumana dipromosikan untuk bekerja di bagian Dewan Keamanan nasional. Sejak itulah dia bekerja menjadi bagian dari tim penasihat Obama, khususnya dalam  mengatasi isu muslim di Amerika Serikat.

    “Saya satu-satunya muslimah berhijab ketika itu dan pemerintah Obama selalu membuat saya merasa diterima di Gedung Putih,” kata Rumana Kamis (23/2/2017) seperti yang tertara di merdeka.com

    Namun, saat Presiden Amerika Serikat berganti menjadi Donald Trump pada tanggal 20 Januari yang lalu, suasana di dalam Gedung Putih berubah 180 derajat. Paling tidak hal itulah yang dialami dan dirasakan oleh Rumana.

    Baca juga: Kasihan! Anak Donald Trump Diperlakukan Seperti Ini di Acara Fashion

    “Pada Senin 23 Januari saya berjalan ke Gedung Eisenhower bertemu dengan staf baru di sana. Dengan tatapan dingin mereka terlihat terkejut atas kedatangan saya,” papar Rumana

    Saat Trump mengeluarkan kebijakan baru mengenai larangan imigrasi bagi warga dari tujuh negara muslim dan pengungsi Suriah, ia memutuskan ingin tetap bertahan meskipun tidak setuju dengan keputusan tersebut.

    “Saya tahu saya tidak bisa tetap berada di Gedung Putih di pemerintahan yang melihat saya dan orang seperti saya bukan sebagai sesama warga negara tapi sebagai ancaman,” jelasnya lebih jauh lagi.

    Baca juga: Yusril Siap Jadi Saksi Ahli, Untungkan Habib Rizieq atau Sebaliknya?

    Akhirnya Rumana mengaku dirinya sudah tidak tahan lagi dengan kondisi di Gedung putih saat Trump dilantik.

    “Saya hanya bertahan delapan hari,” paparnya.

    Sebelum pergi, ia menyampaikan salam perpisahan kepada rekan-rekan kerja yang terdapat dalam timnya. Ternyata, sudah banyak diantara mereka yang tidak tahan dan telah mengajukan surat pengunduran diri sebelumnya.