NASA Danai 2 Lembaga Baru untuk Penjelajahan Luar Angkasa


SURATKABAR.ID – Sebagai salah satu lembaga penelitian luar angkasa terbesar di dunia, NASA (National Aeronautics and Space Adminisration) telah memberikan banyak kemajuan dalam perkembangan dunia kedirgantaraan dan penjelajahan luar angkasa. Baru-baru ini, lembaga independen yang bermarkas di Washington, D.C. ini berencana akan mendirikan dua institut yang nantinya diharapkan bisa membantu manusia lebih lanjut dalam penjelajahan sistem tata surya.

Diwartakan oleh Space, proyek besar ini diperkirakan menghabiskan dana sebesar 30 juta dolar Amerika (sekitar 400 milyar Rupiah). NASA akan mendirikan dua Institut Penelitian Teknologi Luar Angkasa (Space Technology Research Institute), yang masing-masing mendapat dana 15 juta dolar Amerika (sekitar 200 milyar Rupiah) untuk mengembangkan teknologi baru dalam bidang biomanufaktur dan material.

Steve Jurczyk, kepala pengurus Direktorat Misi Teknologi Luar Angkasa NASA, dalam pernyataannya mengatakan bahwa program penelitian multidisiplin ini diharapkan bisa menghasilkan temuan-temuan baru yang kredibel dalam lima tahun ke depan. Steve menambahkan bahwa institut-institut ini akan mengembangkan talenta yang dimiliki Amerika Serikat untuk memperluas aplikasi hasil penelitian di luar ruang angkasa.

Salah satu institut yang didirikan yaitu Pusat Rekayasa Biologi Luar Angkasa (Center for the Utilization of Biological Engineering in Space (CUBE)). Institut ini berfokus pada penggunaan mikroba untuk menciptakan makanan, bahan bakar, bahan-bahan pokok dan obat-obatan. Dengan sistem biomanufaktur ini, astronot menjadi lebih nyaman ketika melakukan penjelajahan area yang terpencil atau mendirikan pos di tempat yang jauh dari peradaban.

CUBE akan diketuai oleh Adam Arkin, professor rekayasa biologi di Univerity of California, Berkeley. Sementara itu, Utah State University; University of California, Davis; Stanford University; Autodesk; dan Physical Sciences Inc. akan menjadi mitra organisasi.

Institut lainnya yang akan didirikan oleh NASA yaitu Institute for Ultra-Strong Composites by Computational Design (US-COMP). Institut ini bertujuan untuk mengembangkan alat-alat ruang angkasa yang sangat kuat dan ringan yang terbuat dari teknologi karbon-nanotube. US-COMP akan diketuai oleh Gregory Odergard dari Michigan Technological Univerity, dan bekerja sama dengan lembaga-lembaga lainnya seperti Massachusetts Institute of Technology, U.S. Air Force Research Laboratory dan lainnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaApolo 11 Akan Melakukan Tur ke Sejumlah Kota
Berita berikutnyaHeboh! iPhone 7 Plus Meledak Tanpa Sebab