Punya Gangguan Pendengaran? Baca Hasil Penelitian Ini



SURATKABAR.ID – Selain dikarenakan oleh penuaan dan konsumsi obat-obatan, kerusakan pendengaran diakibatkan oleh suara keras yang sulit untuk dapat dipulihkan kembali karena suara terlalu keras dapat membunuh sel-sel rambut di koklea. Sel-sel inilah yang kemudian merubah suara menjadi impuls saraf menuju ke otak.

Seperti yang diwartakan New Atlas, Rumah Sakit Brigham & Women, MIT dan Rumah Sakit Massachusetts Eye & Ear mengadakan penelitian untuk menumbuhkan kembali sel-sel rambut di koklea.

Penelitian ini menggunakan sel-sel progenitor koklea dari tikus yang akan diberi obat “koktil” agar sel-sel tersebut berkembang biak dengan cepat. Setelah mencapai jumlah yang cukup, sel-sel tersebut akan diberi obat tambahan untuk membedakannya dengan sel-sel rambut dewasa.

Penelitian ini menggunakan sel-sel progenitor koklea dari tikus yang diberi obat “koktil” agar sel-sel tersebut berkembang biak dengan cepat. Setelah mencapai jumlah yang cukup, sel-sel tersebut akan diberi obat tambahan untuk membedakannya dengan sel-sel rambut dewasa.

Dengan menggunakan sel-sel rambut manusia pada koklea tikus yang telah diekstrasi, langkah yang kedua ini tidak dilakukan karena sel progenitor telah mengisyaratkan untuk membedakannya. Hasil dari penelitian kedua ini didapatkan 60 kali lebih banyak sel rambut daripada penelitian pertama walaupun pada awalnya sebagian besar sel-sel tersebut tidak tumbuh.

Setelah cara mudah untuk mengatasi gangguan pendengaran ditemukan, pihak peneliti mulai mengkomersilkan teknologi ini agar percobaan klinis dalam 18 bulan dapat segera dilakukan. Data pada penelitian ini diterbitkan  dalam jurnal Cell Reports.

“Gangguan pendengaran bisa jadi masalah yang serius ketika manusia menua”, kata Prof. Robert Langer, penulis senior dari MIT.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaIcal Kritik Cara Penolakan Gerakan #2019GantiPresiden, Jubir Timses Jokowi Beri Komentar Menohok
Berita berikutnyaAnies Baswedan: Hanya Kerja Kerja Kerja saja, Tidak cukup