Bos Freeport Tinggalkan Indonesia dengan Sepucuk Surat Untuk Jonan


SURATKABAR.ID – Hubungan antara pemerintah Indonesia dan PT Freeport Indonesi belakangan ini memanas. Indonesia menganggap Freeport tak mematuhi Undang-undang yang berlaku. Sementara Freeport menuding Indonesia tak memenuhi kontrak karya.

Ditengah kericuhan tersebut, Presiden Direktur Freeport McMoran Inc, Richard C Adkerson, memilih untuk meninggalkan Indonesia dan pulang ke negaranya, Amerika Serikat.

Namun, sebelum kembali ke kampung halamannya, Adkerson sempat melayangkan sepucuk surat untuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan.

Dalam surat itu, Adkerson pamit kepada Jonan dan mengatakan bahwa ia harus menyelesaikan urusan di negaranya. Dia juga mengapresiasi kesempatan yang telah diberikan Jonan untuk menyelesaikan masalah antara Freeport dengan pemerintah.

“Saya kembali ke Amerika Serikat karena ada komitmen bisnis yang lain. Saya apresiasi saat bersama Anda (Jonan) dan staf yang mendedikasikan untuk bekerja soal masalah kami selama kunjungan saya,” tulis Adkerson, dilansir tribunnews.com.

Baca juga: Lecehkan Tentara, Iwan Bopeng Diburu Polda Metro

Meski saat ini pemerintah dan Freeport masih bersitegang, Adkerson yakin bahwa akan ada jalan keluar terbaik untuk kedua belah pihak. Apalagi, saat ini Freeport telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Papua dan ribuan karyawan Freeport di Indonesia.

“Saya percaya kita dapat menemukan jalan untuk mencapai solusi yang menyenangkan dan menguntungkan semua pemangku kepentingan,” imbuh Adkerson.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri mengatakan, dirinya menerima sejumlah laporan terkait nasib para pekerja PT Freeport Indonesia di Papua. Tak sedikit yang melaporkan bahwa para pekerja Freeport saat ini tengah dihantui isu pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan tambang tersebut.

Sebagai tanggapan akan laporan tersebut, Hanif mengaku akan secepatnya terbang ke Papua dan menemui serikat pekerja Freeport Indonesia untuk membicarakan tentang isu PHK besar-besaran tersebut.