Tak Boleh Melihat Wajah Saat Ta’aruf. Namun Apakah Boleh Bertukar Foto? Cek Ini!


Allah berfirman,

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 30)

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya.” (QS. An-Nuur: 31)

Foto di zaman ini sarat penipuan dan rekayasa. Ketika foto jatuh di tangan lawan jenis –khususnya foto perempuan jatuh di tangan laki-laki– sangat memungkinkan disalahgunakan, seperti ditaruh di dompet, diupload di media sosial (untuk dipamerkan) dan bahkan dijadikan bahan memuaskan hawa nafsu. Namun pada akhirnya ternyata mereka tidak jadi menikah dengannya.

Foto tidak mampu merepresentasikan wajah atau bentuk asli dari si calon suami/istri secara akurat. Bisa jadi di foto si perempuan terlihat kecil, padahal aslinya gemuk besar. Bisa jadi pula di foto terlihat cantik atau ganteng dan ternyata aslinya tidak seperti itu.

Tidak bolehnya memberikan foto pada saat ta’aruf ini dalam rangka mencegah kerusakan dan fitnah syahwat yang timbul karena godaan setan, dimulai dari memandangi lawan jenis dengan media yang tidak dihalalkan.

Jika memang serius ingin menikah, maka cukup dengan biodata awal yang detail. Jika berdasarkan biodata ta’aruf bisa dilanjutkan, maka laki-laki bisa datang langsung, misalnya kepada orang tua perempuan untuk membicarakan hal-hal lain secara mendalam. Jika saat ta’aruf lanjutan dirasa cocok, maka bisa diteruskan dengan nazhar (melihat langsung calon pasangan). Saat itulah pandangan terhadap calon dihalalkan.