Melihat Ramalan Perubahan Iklim Bumi dari Ratusan Ribu Tahun Umur Es


SURATKABAR.ID – Perubahan iklim bumi dapat diramalkan melalui umur es yang telah mencapai ratusan ribu tahun. Penelitian oleh Institut Nasional Jepang divisi Penelitian Kutub menunjukkan bukti jejak sejarah iklim bumi sekitar 800 ribu tahun silam pada es di bawah permukaan.

“Karena pemanasan global dan juga lembaran es dari Greenland, Atlantic Meridional Overturning Circulation (AMOC), komponen penting dari sirkulasi nutrient pada laut terhadap pola iklim global bumi, dapat mengubah keadaan di masa depan” kata Ayako Abe-Ouchi, ilmuwan iklim Universitas Tokyo serta ketua peneliti seperti yang dikutip dari The Verge.

Hubungan terkait iklim di Kutub Selatan dan Kutub Utara ditemukan dalam data penelitiannya bahhwa apabila suhu di kutub utara sedang dingin, maka Kutub selatan sebaliknya. Tim peneliti menganggap bahwa karena lautan sanggup menjaga Benua Eropa dan Amerika bagian utara tetap hangat selama musim dingin. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science Advances.

Memahami tentang bagaimana iklim berubah di masa silam membantu peneliti mendapatkan prediksi untuk masa depan. Pepijn Bakker, ilmuwan kebumian, memperhitungkan bahwa jika bumi menghangat lebih dari 4-5 derajat celcius, AMOC akan runtuh. Hal ini diperkirakan akan terjadi di tahun 2300 mendatang.

“Data modeling dan iklim-paleo menunjukkan perubahan dalam segala hal misalnya posisi sabuk hujan di kawasan tropis yang mempengaruhi sistem Muson. Hal ini dapat menjadi pengaruh utama sistem iklim dan juga sirkulasi nutrient laut di lautan yang membuat keadaan iklim di masa depan sangat tidak menentu”, kata Bakker.

Lapisan pada lembaran es dapat member petunjuk para ilmuan mengenai kondisi lingkungan ketika lapisan terbentuk. Selain itu, komposisi molekul pada es menunjukkan apakah lapisan terbentuk selama masa hangat atau dingin.

Dengan mengamati inti es, para peneliti dapat mengetahui periode hangat di Kutub Selatan yang berkaitan dengan fluktuasi iklim dengan terdeteksinya inti es di Greendland.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaBejat! Pria Ini Paksa Anak Jadi Pemuas Nafsu, Aksinya Terekam Kamera
Berita berikutnyaEkor Anjing jadi Rencana Pengembangan Tekhnologi Robot Masa Depan