Warga Korban Banjir Ini Doakan Habib Rizieq jadi Presiden


SURATKABAR.ID – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mendatangi lokasi banjir di Bukit Duri, Jakarta Selatan pada Rabu (22/2/2017).

Habib Rizieq yang datang menyambangi para korban banjir datang mengenakan pakaian serba putih dan juga menyapa para warga. Dia ke sana datang untuk menyambangi posko banjir milik FPI. Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga sempat memberikan santunan dalam bentuk amplop kepada warga yang terkena banjir.

Warga yang sumringah mendapatkan amplop tersebut mendoakan Rizieq Shihab untuk menjadi Presiden Indonesia.

“Terima kasih Bib, saya doakan jadi presiden,” kata seorang warga pada Rabu (22/2/2017) seperti yang tertera di tribunnews.com.

Baca juga: Kapolda Metro Jaya Minta Diajari Cara Hentikan Kasus Hukum Rizieq

Menangganpi doa tersebut, pimpinan FPI ini hanya tersenyum. Saat menyambangi warga yang terkena banjir, Habib Rizieq didampingi oleh Zaitun Rasmin yang merupakan Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat dan Ustaz Abdul Syukur Ketua Majelis Az-Zikra.

Tidak hanya itu saja, Rizieq juga ditemani ole Habib Muhsin Alatas selaku Ketua Umum DPD FPI Jakarta, Dokter Sholeh Assegaf, dan istrinya yakni Syarifah Fadhlun Yahya.

Rencana selanjutnya Rizieq bakal menyambagi beberapa daerah lainnya yang terkena dampak bajir.

“Setelah ini ke Pejaten, dan Cipinang yang masih tenggelam,” kata Habib Rizieq.

Baca juga: Ahok Sebut 60 Persen Warga Jakarta Tidak Suka Anies

Berdasarkan pada Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan jika setidaknya ada 54 wilayah di Ibu Kota yang terendam banjir.

“Ribuan rumah dan jalan terendam banjir dengan ketinggian bervariasi 10 -150 sentimeter, terdapat 54 titik banjir dan genangan, yaitu di Jakarta Selatan (11 titik), Jakarta Timur (29 titik) dan Jakarta Utara (14 titik),” dalam keterangan tertulis pada Selasa (21/2/2017), seperti yang tertera di kompas.com.

Sutopo menyebutkan jika banjir tersebut ditengarai oleh drainase yang tidak mampu menampung aliran air di permukaan. Dan sebab itulah air dari sungai meluap dan statusnya naik mulai dari siaga I hingga II.