Akhirnya Terungkap! Antasari ke Polisi Bukan Melaporkan SBY, Tetapi…


SURATKABAR.ID – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar beberapa waktu yang lalu sempat menyambangi Mabes Polri. Banyak yang mengira saat itu Antasari sedang melaporkan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Akan tetapi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menegaskan jika Antasari saat itu tidak melaporkan SBY. Ia menyatakan jika Antasari melaporkan sejumlah anggota Polri.

Hal itu diungkapkan Tito merespons keluhan dari Wakil Ketua Komisi III yang juga Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman.

Baca Juga: Bocor! Begini Laporan Kedubes AS ke CIA Mengenai Anies Baswedan

“Yang bersangkutan datang ke Mabes Polri justru melaporkan anggota Polri, termasuk Pak Kapolda Metro,” kata Tito dalam rapat kerja Polri dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (22/2/2017), dikutip dari kompas.com.

Sebelumnya Benny menyatakan jika Polri dianggap tidak netral dalam Pilkada DKI Jakarta. Ia menilai Polisi memberikan perhatian khusus kepada Antasari untuk menyudutkan SBY guna menggerus citra Agus Harimurti Yudhoyono.

Tito lantas membeberkan laporan Antasari saat itu. Menurut Tito, Antasari merasa polisi melakukan pembiaran atas beberapa hal hingga menimbulkan kecurigaan adanya rekayasa terhadap kasus yang menimpanya.

Beberapa hal yang dipertanyakan oleh Antasari diantaranya adalah pakaian tak dijadikan barang bukti.

“Kedua, peluru. Kenapa dikatakan tiga tembakan, tetapi kenyataannya dua tembakan,” kata Tito.

Selanjutnya, masih menurut Tito, Antasari mengungkit masalah SMS. . Antasari mengatakan bahwa SMS yang dijadikan barang bukti tak pernah ada.

“Yang dilaporkan adalah penyidik,” ujar Tito.

Lebih lanjut Tito menyatakan jika mantan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri dan para penyidik Polri yang menangani kasus Antasari saat itu akan memberikan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut

Antasari sebelumnya menerima  hukuman penjara karena kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada 11 Februari 2010 lalu. Selepas keluar dari penjara, Antasari mengungkapkan kejangalan-kejanggalan atas kasus yang menimpa dirinya. Ia merasa ada yang merekayasa pembunuhan Nasrudin dan mengarahkan tuduhan terhadap dirinya.