5 Manfaat Melajang Bagi Kesehatan


SURATKABAR.ID – Dalam budaya Timur Indonesia, hidup melajang kerap dipandang sebelah mata. Predikat tidak normal bahkan gagal seringkali dikaitkan dengan being single. Ada banyak ucapan nyinyir yang harus ditelan orang yang tak punya pasangan.

Sementara itu, di dunia belahan Barat hal itu sudah berubah. Masyarakat tak lagi memrihatinkan mereka yang memilih untuk hidup sendiri.

Sisi positif melajang? Selain lebih berkesempatan untuk memikirkan hidup sendiri dengan cara terbaik, Anda dapat fokus pada kebaikan individual dan masa depan Anda, mendedikasikan diri pada tujuan dan hal-hal yang membuat hidup Anda betul-betul berarti dan berbahagia.

Mereportasekan kembali dari Kompas Health, hasil riset ilmu pengetahuan beberapa waktu belakangan ini telah membuktikan ada banyak manfaat hidup melajang.

Baca juga: Mengejutkan! Ini Jawaban Ira Koesno Saat Ditanya Soal Cincin di Jari Manisnya

Hidup melajang tak harus terasa tragis seperti Bridget Jones yang merasa tak lengkap tanpa kehadiran seorang kekasih.

Beberapa riset membuktikan beberapa kepribadian ternyata tak cocok berada dalam sebuah hubungan, karena kecenderungan genetika tertentu. Dan ini normal.

Melajang sama dengan sehat mental dan emosional. Sementara itu pepatah mengatakan, men sana in corpore sano. Terdapat jiwa yang sehat dalam tubuh yang sehat. Ini sejalan dengan pemahaman holistik (keterhubungan fisik-mental-emosional) di mana kesehatan satu aspek lalu berpengaruh terhadap kesehatan kita secara keseluruhan.

Penelitian dari New Zealand di 2015 menemukan orang yang cenderung menghindari konflik dan konfrontasi justru lebih bahagia ketika melajang.

Simaklah uraian lima manfaat nyata bagi Anda yang memutuskan hidup melajang.

Punya sahabat dekat

Sewaktu mempunyai pacar atau pasangan hidup, rata-rata seseorang tidak punya sahabat yang benar-benar dekat. Mereka kembali mendatangi teman baik setelah putus atau cerai. Riset pun membuktikan para lajang memiliki hubungan lebih baik dengan keluarga, teman dan tetangga.

Secara rasio, setelah berpasangan Anda kerap lebih memfokuskan perhatian hanya pada pasangan atau teman hidup, sehingga urusan lain seperti karier, target pekerjaan, keluarga, orang tua, sahabat, bahkan hubungan transendental dengan Tuhan bisa jadi malah terbengkalai.

Lebih fit

Studi menemukan 73 persen orang Inggris yang gagal memenuhi rekomendasi olahraga 150 menit per minggu adalah mereka yang telah menikah. Sedangkan orang yang statusnya sudah bercerai atau pernah menikah dan lajang adalah mereka yang cenderung tetap fit.

Sebuah studi lain di tahun 2013 menemukan pengantin baru yang bahagia cenderung mengalami kenaikan berat badan dalam empat tahun setelah mengucapkan janji pernikahan.

Lebih puas di kantor

Sewaktu melajang, kita bebas menghabiskan waktu untuk membangun karier tanpa merasa bersalah. Bila bekerja membuat Anda bahagia, itu bagus. Riset bahkan menemukan lajang lebih menikmati pekerjaannya karena mereka cenderung lebih menghargai pekerjaan.

Pendapatan lebih besar

Ketika menikah, akan ada banyak pengeluaran untuk hal-hal tak terduga. Misal, Anda tiba-tiba harus pergi naik pesawat ke kota lain untuk mengunjungi mertua yang sakit, membayar biaya makan malam, membeli hadiah untuk pasangan dan hal-hal seputar itu.

Mungkin Anda akan setuju bahwa berada dalam hubungan bisa jadi lebih mahal daripada hidup itu sendiri. Hal ini diperkuat dengan hasil studi yang membuktikan orang lajang cenderung punya utang lebih sedikit.

Tidur lebih nyenyak

Baca juga:Ini Jurus Biar Gak Jomblo dari Kang Emil

Tidur sendirian bisa membuat Anda betul-betul menikmati waktu istirahat. Seorang lajang bisa tidur nyenyak tanpa harus menghadapi masalah pasangan yang mengorok, misalnya. Anda tidak perlu mendapati kantuk hilang atau mood memburuk hanya akibat hal sepele seperti memperebutkan selimut, atau tidak bisa tidur karena pasangan Anda masih berisik menonton TV di kamar.

Tidur nyenyak yang berkualitas praktisnya membuat Anda bangun keesokan hari dalam suasana hati yang baik. Alhasil, dampak positifnya pun akan merambat ke segala aspek kehidupan.