Terungkap! Inilah yang Membuat TPS di Kalibata Harus Lakukan Pencoblosan Ulang


SURATKABAR.ID – Warga Pancoran, Jakarta Selatan, tepatnya warga di RT 07 RW 05 Kelurahan Kalibata, harus melakukan pencoblosan ulang di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 29, hari ini, Minggu (19/02/2017).

Pencoblosan ulang dilakukan sehubungan dengan ditemukannya pelanggaran pada TPS tersebut. Demikian seperti dilansir dari Kompas.

Menurut pantauan, TPS 29 telah dibuka sejak pukul 07.00 WIB. Tapi, karena hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut, warga terlihat baru mulai mendatangi TPS saat hujan mereda sekitar pukul 07.30.

Adapun waktu penyelenggaraan pencoblosan di TPS 29 akan berlangsung sampai sekitar pukul 13.00.

Baca juga: PAN Tak Mau Dukung Ahok, PDIP Singgung Jatah Menteri

Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ada di TPS tersebut mencapai 491 pemilih. TPS 29 di Kelurahan Kalibata menjadi satu dari dua TPS yang menjadi lokasi pencoblosan ulang. Satu TPS lainnya berlokasi di Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pencoblosan ulang harus dilakukan menyusul temuan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengenai adanya lima orang yang melakukan pelanggaran saat pencoblosan pada Rabu (15/02/2017). Dari lima orang, dua melakukannya di Kalibata, dua di Kemayoran, sedangkan satu lagi di Jakarta Timur.

“Mereka menggunakan C6 yang bukan miliknya,” ujar Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/02/2017).

Sementara itu, Ketua KPPS TPS 29, Zaki Mubarok, mengakui saat hari pencoblosan pertama ada warga yang menggunakan hak suaranya dua kali.

Namun dia menepis ada kecurangan terkait hal tersebut. Menurut Zaki, warga yang boleh coblos 2 kali merupakan keputusan bersama dengan Panwaslu setempat.

“Ini merupakan keputusan bersama antara KPPS dan Panwaslu sehingga terjadinya hal seperti itu, ” sahutnya di TPS 29, Jl Buncit Raya, Jakarta Selatan, Minggu (19/02/2017).

Ia menjelaskan kronologi diperbolehkannya warga mencoblos 2 kali pada hari pencoblosan pertama. Dia mengatakan ada dua orang membawa C6 dengan surat kuasa dari orang yang lain, untuk mewakilkan menggunakan hak suara tersebut.

“Ya dia membawa C6 dan membawa semacam surat kuasa dari nama yang terdapat di C6 tersebut untuk diwakilkan, katanya masih punya hubungan keluarga,” tuturnya.

Zaki menerangkan KPPS kurang mendapatkan pemahaman mengenai peraturan dari KPU DKI Jakarta. Ia juga mengakui bahwa pantia KPPS TPS 29 adalah orang yang baru menangani hal tersebut.

“Kami memang mengakui bahwa luput dari hal tersebut, kalau pembinaan sudah ada. Kita juga masih baru,” tukasnya.

Saat ditanya mengenai apakah KPPS TPS 29 akan membantu warga yang melakukan pencoblosan lebih ia menyatakan akan siap membantu warga tersebut.

Baca juga: Viral! Bayi Ini Diberi Nama Ahok & Rizieq Shihab

“Ia kami siap membantu,” lanjutnya.

KPU DKI Jakarta telah menerima rekomendasi Bawaslu DKI terkait pemilihan suara ulang di 2 TPS, salah satunya di TPS 29, Kalibata, Jakarta Selatan. TPS tersebut diduga ada warga yang menggunakan formulis C6 yang bukan miliknya untuk memilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta lebih dari 1 kali. Sampai hari ini pukul 10.00 WIB tadi, warga yang telah memilih sudah 171 orang dari 491 DPT.