Warga Rusun Rawa Bebek: Kami Dipaksa Golput


SURATKABAR.ID – Hari ini, Rabu (15/2/2017), masyarakat Jakarta tengah merayakan pesta demokrasi untuk memilih Gubernur DKI. Namun, warga Rumah Susun Rawa Bebek mengatakan mereka telah dipaksa golput.

Bukan hanya satu atau dua orang, lebih dari seribu warga Rusun Rawa Bebek tak bisa menggunakan hak pilihnya. Dari 733 warga Blok A,E dan F, hanya 298 orang yang tercatat sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 141. Sementara itu, dari 1.458 jiwa, hanya 412 orang yang tercatat sebagai DPT di TPS 140.

“Kalau begini kami dipaksa Golput,” tutur Rustadi, salah seorang warga Rusun Rawa Bebek, Rabu (15/2/2017), dilansir republika.co.id.

Rustadi mengaku dirinya tak bisa memilih di tempat awal karena KTP mereka sudah ditarik ketika pindah ke Rawa Bebek. Mereka pun telah mendapatkan Kartu Keluarga baru dengan alamat Rusun Rawa Bebek.

“Saya sudah tebak jauh-jauh hari, bakal seperti in,” imbuhnya.

Baca juga: Mengejutkan! Ahok Raih Suara Terbanyak di Markas FPI

Meski tak bisa memberikan hak suaranya dalam Pilgub DKI kali ini, warga lebih memilih untuk pasrah dan tidur di rusun mereka masing-masing.

“Kita warga negara yang baik, ingin menggunakan hak suara, kalau tidak ada, ya sudah,” ucap Rustadi.

Tak sedikit warga Rusun Rawa Bebek yang kecewa karena mereka tak bisa memilih pemimpin DKI Jakarta dalam Pilkada kali ini.

“Tidak dapat undangannya, banyak yang nggak dapet, dari 1.000 warga, 400 yang terdaftar,” ungkap Andri.

Andri mengaku, sebelumnya memang sudah ada petugas yang datang untuk mendata seluruh warga yang menetap di rusun tersebut. Namun, pada Selasa (14/2/2017) malam, tak semua warga korban penggusuran Bukit Duri ini mendapatkan kartu pemilih. Hanya beberapa warga saja yang namanya tercantum dalam kartu pemilih.

Dengan begitu, tak semua warga yang bisa memberikan hak suaranya. Bahkan, jumlah warga yang tak bisa memilih jauh lebih banyak dibanding jumlah warga yang terdaftar.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaHeboh! Luna Maya Protes Saat di TPS
Berita berikutnyaWarga Pasar Ikan: Yang Coblos Ahok Nggak Punya Otak