Polisi Akhirnya Tetapkan Tersangka Kasus Dana Aksi Bela Islam. Siapa?


    SURATKABAR.ID – Tim penyidik kepolisian akhirnya menetapkan seorang tersangka kasus dana Aksi Bela Islam yang diduga diwarnai unsur pencucian uang terkait Yayasan Keadilan untuk Semua. Penyidik Direktorat Tipideksus Bareskrim menyebutkan tersangka tersebut berinisial IA, yang adalah karyawan bank.

    “Tersangka inisial IA,” ujar Karo Penmas Polri Brigjen Rikwanto saat dihubungi di Jakarta, Senin (13/02/2017).

    Rikwanto mengatakan bahwa IA ialah rekanan dari Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bachtiar Nasir (BN). Demikian seperti yang dikutip dari Berita Satu.

    Tersangka IA diduga berperan sebagai pihak yang mencairkan dana yayasan tersebut, atas perintah Bachtiar Nasir (BN).

    Baca juga: Ini Pernyataan Bachtiar Nasir Setelah Datangi Bareskrim

    “Dia disuruh cairkan dana oleh BN. Dia bukan orang GNPF-MUI, juga bukan orang yayasan, iya 9orang bank],” beber Rikwanto.

    Tersangka IA akan dijerat Pasal 5 ayat (1) UU No. 28 Tahun 2004 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2001 tentang Yayasan dan UU No. 8 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

    Telah diberitakan sebelumnya bahwa kasus ini berawal dari adanya seruan donasi kepada umat yang diprakarsai oleh GNPF-MUI. Karena tidak berbadan hukum, mereka lantas meminjam rekening milik Yayasan Keadilan untuk Semua.

    Penggalangan dana tersebut digunakan untuk menyokong kegiatan Aksi Bela Islam per tanggal 2 Desember 2016, atau lebih dikenal dengan “Aksi Bela Islam Jilid III”.

    Ada pun nama penanggung jawab rekening yang tertera adalah Bahtiar Nasir, Zaitun Rasmin, dan Luthfie Hakim.

    Yang menarik, saat itu, Novel Chaidir Hasan Bamukmin yang merupakan Sekjen DPD Front Pembela Islam (FPI) Jakarta justru membantah adanya seruan penggalangan dana oleh GNPF-MUI.

    Novel dengan tegas menandaskan GNPF-MUI tidak membuka rekening donasi untuk aksi Bela Islam III. Namun ternyata, hasil penyelidikan mengungkap bahwa rekening itu telah menerima dana kurang lebih Rp 4 miliar.