Masa Kampanye Usai, Cagub Ini Antar Anaknya ke Sekolah Pakai Motor


SURATKABAR.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan 12-14 Februari 2017 sebagai masa tenang sebelum Pilkada Serentak pada 15 Februari mendatang. Para paslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pun disibukkan dengan aktivitas hariannya. Salah satunya adalah calon gubernur nomor urut 3, Anies Baswedan.

Anies yang beberapa waktu belakangan disibukkan dengan tetek bengek kampanye, tampak mengantarkan anak bungsunya, Ismail Baswedan, berangkat sekolah. Menggunakan skuter matic berwarna merah, Anies mengantarkan Ismail ke Sekolah Cikal di kawasan Cilandak.

“Alhamdulillah sudah hari-hari tenang ini, jadi benar-benar tenang, nggak harus berangkat pagi-pagi, saya nganter anak sekolah dulu, dan ini kebiasaan lama,” tuturnya, Senin (13/2/2017), dilansir tempo.co.

Dalam kesempatan tersebut, Anies mengatakan bahwa mengantarkan anak ke sekolah merupakan kesempatan untuk melakukan komunikasi antara orangtua dan anak. Komunikasi inilah yang kemudian menciptakan ikatan kuat antara orangtua dan anak.

“Itu belum tentu bisa diulang ketika dia besar, itu bisa dilakukan ketika anak masih kecil, dan dia akan punya ingatan tentang orang tuanya yang peduli dengan sekolahnya,” jelas Anies.

Baca juga: Ajak Ustaz dan Ulama Umrah, Agus Booking Kelas Bisnis

Anies mengaku, Ismail sangat senang ketika mengetahui Anies akan mengantarkannya berangkat sekolah. Sebab, terakhir kali Anies mengantarkannya tepat sebelum kampanye dimulai.

“Bahkan beberapa kali dia minta dianter ke sekolah waktunya tidak memungkinkan,” jelas Anies.

Masa tenang Pilkada ini dimanfaatkan Anies untuk menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarga. Ia pun berencana menjemput Ismail sepulang sekolah dan mengajaknya ke toko buku untuk menghabiskan waktu bersama.

“Nanti sepulang sekolah saya mau ke Gramedia, kami biasa ke toko buku,” ujarnya.

Sementara itu, calon gubernur nomor urut 1, Agus Harimurti Yudhoyono memanfaatkan masa tenang pilkada untuk melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci. Agus diketahui berangkat bersama Annisa Pohan dan sejumlah ulama yang mendukungnya.