Pihak Ahok Akan Tolak Saksi Ahli Lagi


SURATKABAR.ID – Kasus dugaan penodaan agama yang menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai terdakwa akan melangsungkan sidang lanjutan kesepuluh pada Senin (13/02/2017) pagi ini, pukul 09.00 WIB.

Agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi ahli. Sidang kesepuluh hari ini dimajukan sehari lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya mengingat Rabu (15/02/2017) adalah hari pencoblosan Pilkada Serentak, seperti dilaporkan dalam Republika.

“Karena pada Rabu (15/02/2017) pengamanan dikonsentrasikan di TPS, sidang kami majukan satu hari menjadi Senin (13/02/2017),” ujar Ketua Majelis Hakim, Dwiarso Budi Santiarso, dalam sidang kesembilan minggu lalu.

Wayan Sudirta selaku anggota tim penasehat hukum Ahok menyampaikan bahwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah tak akan menghadirkan saksi fakta lagi.

JPU akan menghadirkan empat orang saksi ahli di sidang kesepuluh ini. Empat orang saksi ahli yang dipanggil untuk memberikan keterangan di depan majelis hakim tersebut adalah ahli Hukum Pidana, saksi ahli Agama, dan ahli Bahasa.

Baca juga: Terungkap! Ternyata Ini Alasan Mendagri Tak Berhentikan Ahok Sebagai Gubernur

Wayan menuturkan bahwa  tim penasihat hukum Ahok akan kembali menolak keterangan saksi ahli yang diajukan JPU. Saksi yang ditolak tersebut adalah saksi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dikarenakan menurut mereka, keterangan saksi tidak mungkin bersifat obyektif.

Gak mungkin independen. Filsafat hukum mengatakan, [saksi] ahli yang punya kepentingan gak mungkin bisa objektif, karena dia yang buat produk, dia yang terikat dengan itu. Gak mungkin misalnya hakim menjadi pihak, lalu hakim menggugat. Orang dia yang mengadili,” ungkap Wayan di Gedung Kementerian Pertanian, Jalan Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan,  Senin (13/02/2017).

Wayan menerangkan bahwa menurut pasal 1 angka 28 KUHP, saksi ahli diwajibkan memberikan keahliannya agar perkara menjadi terang.

“Bagaimana dia bisa membuat perkara terang kalau punya kepentingan? Pasti keterangan dia ditutupi atau ditambah, makanya kami gak perlu berdebat dengan saksi itu,” tandasnya.

Keempat orang ahli yang akan dihadirkan oleh JPU adalah Prof. Dr. Muhammad Amin Suma yang merupakan ahli Agama Islam. Ia melaksanakan tugas menjadi ahli berdasarkan surat tugas dari MUI tanggal 8 November 2016.

Baca juga: Ahok Tak Diberhentikan, PKS Berencana Gulirkan Hak Angket

Saksi ahli kedua adalah Dr. Mudzakkir yang merupakan ahli Hukum Pidana. Saksi ahli ketiga adalah Dr. H. Abdul Chair Ramadhan selaku ahli Hukum Pidana. Dan terakhir, Prof. Mahyuni yang merupakan ahli Bahasa Indonesia.