Freeport Ancam Pecat 30 Ribu Karyawannya Jika Pemerintah…


SURATKABAR.ID – Freeport McMoran menyatakan menghentikan ekspor konsentrat hingga adanya kesepakatan dengan pemerintah Indonesia terkait izin pertambangan baru. Pihak Freeport menyatakan jika akan tetap bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, namun dengan sebuah perjanjian baru yang memberikan kepastian hukum dan perlindungan fiskal.

Dilansir dari republika.co,id, Juru Bicara Freeport McMoran, Eric Kinneberg menyatakan jika pihaknya akan tetap menghentikan aktivitas pertambangan serta ekspor sampai dengan mendapatkan kesepakatan dengan pemerintah Indonesia.

Eric menyatakan jika Freeport McMoran meminta pemerintah Indonesia bersedia memberikan kepastian hukum dan perlindungan fiskal seperti kontrak karya sebelumnya.

“Kondisi ini perlu dan penting untuk rencana investasi jangka panjang,” katanya, Jumat (10/2/2017).

Baca Juga: Memanas! Bos Freeport Bentak Anggota DPR

Pekan lalu, raksasa tambang tersebut mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Indonesia. Jika tidak segera ada kesepakatan yang seperti mereka harapkan, maka Freeport McMoran akan mengurangi produksi serta memangkas setidaknya 30 ribu karyawannya.

Mereka menginginkan adanya kesepakatan pada pertengahan Februari ini. Freeport mengatakan, kepastian hukum dan perlindungan fiskal menjadi satu-satunya permintaan agar tercapai kesepakatan kerja sama kembali antara Freeport dan Pemerintah Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jendral Mineral dan Batubara, Kementerian ESDM, Bambang Gatot menyatakan jika pemerintah saat ini sedang mengusahakan kemungkinan Freeport mendapatkan insentif pajak pada proses Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang baru.

 “Mereka ingin IUPK, tapi berprinsip naildown, bukan prevailing seperti diatur dalam PP 1/2017. Prevailing artinya mengikuti aturan pajak yang berlaku. Jadi, pajak dan royalti yang dibayar Freeport dapat berubah-ubah sesuai peraturan perpajakan yang berlaku. Berbeda dengan KK yang sifatnya naildown, pajak dan royalti yang dibayar besarnya tetap, tidak akan ada perubahan hingga masa kontrak berakhir,” ujar Bambang.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaTerungkap! Ternyata Ini Alasan Mendagri Tak Berhentikan Ahok Sebagai Gubernur
Berita berikutnyaApa yang Dilakukan Bocah Ini pada Ibunya Bikin Netizen Menangis