Memanas! Bos Freeport Bentak Anggota DPR


    SURATKABAR.ID – Mukhtar Tompo, Anggota Komisi VII DPR Fraksi Hanura, mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari Direktur Utama PT Freeport Indonesia Chappy Hakim.

    “Beliau (Chappy Hakim) menunjuk dengan kasar ke arah dada saya sambil membentak dengan suara keras,” tutur Mukhtar saat memberikan keterangan pers di Gedung DPR/MPR, Jakarta, dilansir tempo.co.

    InsidenĀ tersebut menurut Mukhtar terjadi ketika ia ingin bersalaman dengan Chappy setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) tertutup yang dihadiri sejumlah perusahaan tambang di Indonesia.

    “Ketika saya berhadapan langsung dan menjulurkan tangan untuk bersalaman dengan Pak Chappy, beliau langsung mengibaskan tangan saya dengan kasar,” lanjutnya.

    Baca juga: Begini Pedasnya Pembalasan Kubu Jokowi Lawan Pidato SBY

    Tak hanya itu, Mukhtar juga mengaku mendapat perlakuan kasar ke arah dadanya dari Chappy.

    “Anda jangan macam-macam dengan saya. Saya ini orangnya konsisten. Sebutkan mana tindakan saya yang tidak konsisten,” ungkap Mukhtar sembari menirukan gerakan Chappy.

    Mukhtar mengaku dirinya tak tahu mengapa Chappy memperlakukannya seperti itu. Setelah membentak Mukhtar, mantan Kepala Staf Angkatan Udara ini pun keluar meninggalkan ruang rapat.

    Pengakuan Mukhtar yang mendapat perlakuan kasar dari bos Freeport ini mendapat sejumlah tanggapan, termasuk dari Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat Akbar Faizal.

    “Tindakan ini sungguh-sungguh keluar dari etika apapun. Perilaku barbar Presdir Freeport ini sekaligus penghinaan terbesar kepada pemerintah dan rakyat Indonesia,” tegas Akbar dalam keterangan tertulisnya.

    Atas kejadian tak menyenangkan tersebut, Akbar mendesak Chappy dan Freeport-McMoran Inc agar segera meminta maaf kepada publik.

    Selain itu, Akbar juga meminta manajemen Freeport untuk memberhentikan Chappy dari jabatannya. Akbar juga mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghentikan sementara seluruh perjanjian dan kesepakatan antara Indonesia danĀ Freeport.

    “Sikap sangat keras ini perlu untuk menegakkan kehormatan Indonesia. Penghinaan kepada Mukhtar adalah penghinaan kepada rakyat Indonesia,” tegas Akbar.