Sosok Ini Akhirnya Tinggalkan Arema, Bagaimana Nasib Singo Edan?


 

SURATKABAR.ID Selama ini nama Arema memang seperti tidak bisa dilepaskan dari sosok sang CEO Iwan Budianto. Selama di tangannya lah, Arema yang kini bernama Arema FC bisa dibilang konsisten menjadi tim papan atas.

Namun secara mengejutkan Iwan akhirnya memutuskan mundur dari singgasana nya di Singo Edan.

Seperti dilansir dari Goal, pria yang kini menjabat sebagai Kepala staf ketua umum PSSI itu menegaskan dirinya saat ini sudah tidak aktif lagi menjabat sebagai CEO Arema FC.

Iwan menegaskan, ketidak aktifannya karena ia ingin menjaga netralitas kepada klub-klub di Indonesia utamanya yang berpartisipasi di Liga 1. Sehingga bisa bersaing secara bebas tanpa takut ada campur tangan dirinya, selaku CEO salah satu tim divisi teratas liga Indonesia.

“Secara badan hukum tidak bisa dong saya tinggalkan, kan itu wewenangnya ada di Rapat Umum Pemegang Saham. Tetapi saya tidak terlibat aktif di tim ini, iya benar. Karena ketika saya menjabat pengurus PSSI atau sekarang menjadi wakil ketua umum saya tidak bisa terlibat di klub,” kata Iwan.

Tentu saja kondisi seperti ini membuat Aremania, sebutan suporter Arema, khawatir. Apalagi kebijakan manajemen sekarang yang banyak sekali merekrut pemain muda dan mencoret beberapa senior. Para fans Arema menilai, ada penurunan pada kinerja manajemen. Maklum saja selama ini Arema memang selalu lekat dengan identitas tim bertabur bintang.

“Di Arema ada Ruddy Widodo sebagai general manager sehingga saya pikir tidak masalah karena Arema sudah bagus sekarang. Aremania tidak perlu khawatir karena Arema adalah tim besar yang berdiri dari 1987. Tim ini sudah berganti kepengurusan dan manajer berkali-kali, mereka selalu bisa ada di papan atas, jadi tidak perlu khawatir Aremania saat saya tinggalkan,” tandas Iwan.

Sementara, terkait Piala Presiden, pria ynga gemar mengkoleksi mobil sport ini mengaku cukup puas dengan kinerja tuan rumah saat menyiapkan pertandingan Piala Presiden 2017.

Dirinya yang ditunjuk sebagai ketua pelaksana turnamen ini juga memberikan apresiasi kepada klub yang memunculkan pemain-pemain muda yang selama ini tidak terpantau banyak.

“Saat aturan baru memang seperti itu, pasti ada yang tidak sreg. Tetapi setelah kami jelaskan semangatnya, saya melihat klub tampak antusias membantu tim nasional. Dan kami melihat banyak sekali klub yang akhirnya menggunakan pemain muda,” ujarnya.

Iwan menjelaskan, regulasi Piala Presiden terkait pemain muda ini kemungkinan besar tidak akan berubah banyak untuk Liga 1. Kalaupun berubah, itu tidak akan signifikan.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDituding Gerakkan Massa ke Rumah SBY, Begini Jawaban Keras Adian
Berita berikutnyaBikin Kaget, Bongkar Deck Motor Yamaha Nmax Berbonus Ular Kobra