Kebijakan Pemerintah Ini Bikin Girang Pedagang Gula


    SURATKABAR.ID – Enggartiasto Lukita selaku Menteri Perdagangan menegaskan akan membuat harga gula pasir menjadi seragam di seluruh Indonesia. Pernyataan Enggartiasto ini menjawab permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menginginkan harga gula pasir satu harga.

    Rencananya pemerintah sedang menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) gula kristal putih sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg). Kebijakan pemerintah tersebut disambut baik oleh para pedagang makanan dan minuman.

    Di kalangan pedagang, akan ada banyak manfaat positif yang bisa dirasakan jika harga gula berada pada nominal Rp 12.500. Sunan, Salah satu pedagang makanan, mengatakan jika memang rencana pemerintah tersebut terealisasi, maka banyak pedagang yang mengurangi sari manis untuk memproduksi makanannya. Demikian seperti dilaporkan dalam Tribun.

    Masih menurut keterangan Sunan, selama ini ada banyak pedagang yang masih menggunakan sari manis untuk memproduksi makanannya. Hal ini terjadi karena harga gula selama ini dianggap masih terlalu tinggi untuk kalangan pedagang makanan. Alhasil para pedagang mesti menggunakan bahan alternatif lain selain gula guna menghasilkan rasa manis pada makanan dagangannya.

    “Kemungkinan kalau murah pedagang bisa mengurangi penggunaan sari manis itu. Kan gula sekarang masih mahal,” ungkap Sunan, seperti diwawancarai dalam Kompas.com, di Jakarta, Selasa (31/01/2017).

    Sunan yang kesehariannya berdagang kue samir ini menilai bahwa penetapan harga gula Rp 12.500 per kilogram itu masih belum sesuai harapan pedagang. Dia mewakili kalangan pedagang sangat berharap agar pemerintah bisa menurunkan harga gula hingga dibawah Rp 10.000 per kg.

    “Ya kalau menurut saya, kalau bisa lebih turun lagi. Kalau bisa Rp 9.000 per kilogram cukuplah. Ya kedepannya harga Rp 9.000 per kilogram bisa seterusnya,” ucap pria yang berusia 40 tahun ini.

    Ahmad, seorang pedagang minuman sari buah dan jus juga menanggapi dengan positif kebijakan pemerintah tersebut. Senada dengan opini Sunan, Ahmad berpendapat bahwa realisasi dari kebijakan pemerintah terkait HET tersebut akan sangat membantu para pedagang untuk lebih berhemat lagi dalam urusan modal usaha dan pengeluarannya.

    “Bagus kalau lebih murah, menurunkan pengeluaran juga,” tutur Ahmad.

    Dalam kesempatan itu, Ahmad juga menanyakan kepada pemerintah perihal kapan tepatnya harga eceran tertinggi gula kristal putih Rp 12.500 per kilogram (kg) akan ditetapkan.

    “Akan tetapi kapan itu [harga gula] ditetapkan? Kalau pedagang, ‘kan, maunya turun,” ungkapnya.

    Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa kebijakan harga gula yang seragam tersebut akan segera diumumkan secepatnya.

    “Harga gula, kita sudah membahas dan dalam waktu singkat akan ada kesepakatan harga,” imbuh Enggartiasto saat terakhir ditemui di Pasar Murah Imlek Artha Graha Peduli di SCBD, Jakarta, pada Sabtu (14/01/2017).

    Enggartiasto menyebutkan bahwa saat ini harga gula memang masih fluktuatif—tergantung dari jenisnya. Kendati demikian, ia berharap harga gula beserta kebutuhan pokok lainnya akan stabil sekitaran Hari Raya Imlek.

    Ia juga menyampaikan, Harga Eceran Tertinggi (HET) gula pasir di angka Rp 12.500 ini akan berlaku sama di seluruh Indonesia. Selama ini seperti yang diketahui, harga gula pasir belum memiliki HET.

    “HET gula pasir Rp 12.500. Dan akan kita cetak dengan harga Rp 12.500,” tegas Enggartiasto.

    Menurut Enggartiasto, sebelumnya harga gula pasir sebesar itu hanya berlaku jika ada kegiatan Operasi Pasar (OP) saja. Sedangkan harga gula pasir jenis/ varian lainnya dijual di sejumlah toko dengan bandrol lebih tinggi dari itu (tergantung jenis gulanya).

    “Hanya OP atau pasar, murah… Ada yang Rp 13.500 ,ada yang Rp 14.000. Tergantung jenis gula, ke depan akan kita seragamkan. Nanti akan ada HET [Harga Eceran Tertinggi],” papar Enggartiasto.

    Ada pun harga gula di pasar tradisional saat ini bervariasi, mulai dari Rp 14.000 hingga Rp 16.000. Nantinya HET gula pasir akan seragam hingga ke Papua.

    Tahun lalu Presiden Jokowi sempat memanggil lima menteri untuk membahas harga gula pasir. Oleh sebab itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang bekerja sama dengan produsen dan distributor akan mendistribusikan gula dengan harga jual sebesar Rp 12.500 per kilogram (kg). Enggartiasto Lukita mengatakan, kerja sama ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gula di tingkat konsumen.

    Guna memasok gula merata dengan HET seragam ke seluruh wilayah Indonesia, biasanya Perum Bulog (Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik) sebagai lembaga pangan di Indonesia yang mengurusi tata niaga beras, juga turut digandeng dalam proses operasionalnya.