Pulang Kampung, Beginilah Aksi Jokowi Yang Bikin Kaget Warga Solo


SURATKABAR.ID – Saat pulang kampung ke Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (28/01/2017) malam, Presiden Jokowi menghabiskan waktunya berkunjung ke mall. Tak hanya itu, orang nomor satu Indonesia tersebut juga menyempatkan diri nonton bioskop.

Jokowi mengunggah foto kegiatannya itu di akun resmi Twitter dan Instagram-nya pada Minggu pagi ini.

Seperti dilansir dalam Tribun, foto tersebut memperlihatkan Jokowi duduk di kursi bioskop bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, dan puterinya, Kahiyang Ayu. Jokowi dan keluarga berbaur dengan penonton lain di sebelah kiri dan kanannya.

Sementara pasukan pengamanan presiden tentu saja duduk tepat di belakang Jokowi dan keluarga.

Foto lainnya memperlihatkan bahwa Jokowi juga sempat berbelanja baju. Baju itu langsung dipakainya untuk menggantikan batik yang sebelumnya ia kenakan saat kunjungan kerja.

“Semalam nonton film “Security Ugal-Ugalan” di Solo Square. Sempat beli baju ganti dulu, supaya lebih santai, masak pakai kemeja batik terus,” tulis Jokowi di akun Instagram-nya.

Dan lagi-lagi, seperti yang sudah sering kali terjadi, netizen pun heboh menanyakan apa merek serta berapa harga baju yang dibeli oleh bapak tiga orang anak tersebut.

“Kemejanya merek apa pak?” komentar pemilik akun Instagram @bayu_setiyono26. Banyak yang memprediksi bahwa kemeja dengan garis di lengan yang dibeli Pak Jokowi itu pun akan segera booming, seperti jaket bomber waktu lalu. “Bentar lagi booming nih bajunya,” tulis akun @nasrullahikhya.

Sebelum tiba di Solo, Jokowi melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kota di Jawa Tengah yaitu Yogyakarta dan Magelang.

Kepala Negara melakukan peresmian bandara hingga membagikan Kartu Indonesia Pintar. Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/ SMK/ MA.

Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar adalah salah satu program nasional (tercantum dalam RPJMN 2015-2019) yang bertujuan untuk:

  • Meningkatkan angka partisipasi pendidikan dasar dan menengah.
  • Meningkatkan angka keberlanjutan pendidikan yang ditandai dengan menurunnya angka putus sekolah dan angka melanjutkan.
  • Menurunnya kesenjangan partisipasi pendikan antar kelompok masyarakat, terutama antara penduduk kaya dan penduduk miskin, antara penduduk laki-laki dan penduduk perempuan, antara wilayah perkotaan dan perdesaan dan antar daerah.
  • Meningkatkan kesiapan siswa pendidikan menengah untuk memasuki pasar kerja atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

Prioritas Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP):

  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga tidak mampu yang ditetapkan oleh pemerintah pada 2016.
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera/ KKS yang telah menerima bantuan Program Indonesia Pintar pada 2015 dari Kemdikbud dan Kemenag.
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tinggal di Panti Asuhan/ Sosial
  • Siswa/ santri (6-21 tahun) dari Pondok Pesantren yang keluarga/ rumah tangganya memiliki KKS (khusus untuk PIP Kementerian Agama) maupun melalui jalur usulan Pondok Pesantren (sejenis FUM/ Formulir Usulan Madrasah).
  • Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/ atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam.