Kapolri Dihimbau untuk Tidak Bicara Soal Donald Trump


SURATKABAR.ID – Kapolri Jenderal Tito Karnavian dituding telah dua kali mengeluarkan pernyataan tentang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pernyataan pertamanya terkait Donald Trump effect, sementara pernyataan kedua soal demokrasi liberal.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar Sosiologi Hukum UI Bambang Widodo Umar mengimbau agar Tito tak lagi mengeluarkan pernyataan soal Trump. Menurut Bambang, pernyataan tersebut sebenarnya merupakan ranah politik.

Presiden memiliki kewenangan untuk menentukan kebijakan dan menteri bertugas untuk merumuskan strateginya. Terutama Menteri Politik Hukum dan Keamanan serta Menteri Dalam negeri. Sementara Kapolri tak perlu turun tangan mengatasi hal tersebut.

“Jadi Kapolri tidak perlu ikut-ikutan memikirkan hal itu,” tutur Bambang, Sabtu (28/1/2017), dilansir republika.co.id.

Pengamat kepolisian ini melanjutkan, tugas Polri berada di ranah hukum. Tugas pokoknya sebagai penegak hukum, pembina kamtibmas dan pelayanan masyarakat. Sementara Kapolri memiliki tugas untuk merumuskan strategi dalam mengatasi kejahatan atau tindak pidana dan ketidaktertiban masyarakat di dalam negeri.

“Jangan melebar kemana-mana sehingga lupa akan tugas pokoknya sendiri,” tegas Bambang.

Sebelumnya, saat membuka Rapim Polri 2017 yang diikuti 399 perwira tinggi dan perwira menengah polisi di Gedung PTIK, Jakarta, Rabu (25/2/2017) lalu, Tito menyebut bahwa Donald Trump effect merupakan tantangan Polri pada 2017.

Tito menyebutkan, bahwa Trump lebih condong pada sistem otokratik dan tak suka pada sistem negara liberal yang condong pada demokrasi dapat menyebabkan terhentinya demokratisasi seperti yang dianut Indonesia.

Selain pengaruhnya terhadap sistem demokrasi, kebijakan Trump menurut Tito juga dapat meningkatkan masuknya pelarian ISIS ke Indonesia.

“Lalu, kerjasama Amerika Serikat dengan Rusia untuk menekan ISIS di Suriah, juga perlu diwaspadai, karena juga akan berdampak pada masuknya kembali pelarian sana ke dalam negeri,” ujar Tito, dilansir tribunnews.com.