Kapolda Jabar Sebut Habib Rizieq Kemungkinan Jadi Tersangka Pada Senin Depan


SURATKABAR.ID – Irjen Anton Charliyan selaku Kapolda Jawa Barat (Jabar) akan segera menetapkan Habib Rizieq Shibab sebagai tersangka kasus penghinaan terhadap Pancasila. Status tersebut akan ditingkatkan mulai minggu depan.

Seperti dilaporkan dalam Merdeka, Anton mengatakan Senin depan status Rizieq akan dinaikkan menjadi tersangka.

“Senin ya kemungkinan besar statusnya akan ditingkatkan menjadi tersangka,” ujar Anton saat ditemui di Kompleks PTIK, Jakarta, hari ini, Jumat (27/01/2017).

Masih menurut Anton, sebelum Ketua Front Pembela Islam (FPI) tersebut ditetapkan sebagai tersangka, penyidik akan terlebih dulu melakukan gelar perkara yang kedua dalam tahap penyelidikan. Jadi untuk saat ini, status Rizieq masih terlapor.

“[Akan] ditingkatkan [statusnya] melalui gelar perkara. Jadi ini gelar kedua untuk kasus penodaan Pancasila,” demikian jelas Anton.

Anton Charliyan dengan tegas menyatakan akan menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Meski begitu, jenderal bintang dua tersebut masih belum bisa menentukan apakah Rizieq akan langsung ditahan atau tidak.

“Masalah penahanan, ‘kan, sangat subjektif, gitu. Bukan harus. Bisa iya, bisa tidak,” jelasnya.

Anton juga menjelaskan harus ada alasan kuat yang mendasari untuk mendasari sebuah penahanan. Alasan tersebut bisa berupa alasan objektif mau pun subjektif.

“Ada alasan objektif, ada alasan subjektif. Alasan subjektifnya; tidak mengulangi perbuatan tindak pidana, akan menghilangkan barang bukti, akan [stop] mengulangi, itu ‘kan alasan-alasan subjektif,” terang Anton.

Sebelumnya, Ketua FPI Habib Rizieq Shihab dilaporkan oleh Sukmawati Soekarnoputri lantaran ucapannya saat berdakwah di Kota Bandung pada 2013 lalu. Dalam ceramah yang belakangan di-upload di media Youtube tersebut, Rizieq menyebutkan bahwa Pancasila Soekarno, Ketuhanannya ada di pantat. Sedangkan Pancasila Piagam Jakarta, Ketuhanannya ada di kepala.

Seusai dilakukan sejumlah interogasi dan rangkaian proses penyelidikan, Polda Jabar lalu menaikkan status kasus penodaan Pancasila tersebut ke tahap penyelidikan. Sampai saat ini polisi belum menetapkan Rizieq sebagai tersangka. Status Rizieq akan ditingkatkan menjadi tersangka hari Senin depan.

Kepolisian sudah mengumpulkan beberapa alat bukti bahwa Rizieq memang diduga telah menistakan Pancasila. Meski begitu, berdasarkan informasi yang didapatkan, kepolisian masih ingin menguatkan seluruh barang bukti dan keterangan saksi, agar benar-benar memenuhi unsur pasal yang disangkakan, yakni Pasal 154a dan 320 KUHP.

Pasal 154 a KUHP berbunyiBarangsiapa menodai Bendera Kebangsaan Republik Indonesia dan Lambang Negara Republik Indonesia, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda setinggi-tingginya tiga ribu Rupiah.”

Sedangkan pasal 320 KUHP berbunyi Barang siapa terhadap orang yang sudah mati melakukan perbuatan yang kalau orang tersebut masih hidup, akan merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau denda paling banyak tiga ratus rupiah.” (Pasal 320 ayat [1] KUHP)

Kejahatan ini tidak dituntut kalau tidak ada pengaduan salah seorang keluarga sedarah maupun semenda dalam garis lurus atau menyimpang sampai derajat kedua dari yang mati itu, atau atas pengaduan suami (istrinya).” (Pasal 320 ayat [2] KUHP)