Bukan Hanya Kena OTT, Tetapi Juga Pakai Narkoba


    SURATKABAR.ID – Operasi tangkap tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kota Pekanbaru, Riau, yang digelar pada Rabu (25/1/2017), berhasil meringkus seorang oknum pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru.

    Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga membenarkan adanya kabar penangkapan tersebut. Dirinya juga menuturkan bahwa oknum bernama Fahmi ini diringkus dengan tuduhan telah melakukan pungli sebagai imbalan pengurusan KK dan KTP.

    “Informasinya, istri dari oknum F (Fahmi) memberi uang Rp 2 juta pada yang bersangkutan di halaman Kantor Dinas Dukcapil Kota Pekanbaru dan saat itu langsung ditangkap tim saber pungli, dengan tuduhan uang tersebut sebagai imbalan pengurusan KK dan KTP,” jelas Tjahjo di Jakarta, Kamis (26/1/2017), dilansir jpnn.com.

    Saat ini, Fahmi beserta istrinya tengah berada di tahanan Polres setempat untuk kepentingan penyidikan. Dalam melakukan aksinya ini, Fahmi mengaku dibantu oleh operator di Kecamatan Tampan bernama Roni.

    Berdasarkan keterangan yang diberikan Fahmi tersebut, menurut Tjahjo, Roni juga telah ditahan oleh kepolisian setempat.

    Tjahjo menambahkan, sebelum tertangkap kasus pungutan liar ini, Fahmi sebelumnya juga pernah ditangkap karena kasus narkoba. Bahkan, ketika diringkus oleh Tim Saber Pungli Rabu lalu, Fahmi sebenarnya tampak sempoyongan.

    “Tersangka F sebelumnya pernah ditangkap masalah narkoba dan menurut Pak Kadis, F mengaku sekitar tiga hari lalu masih mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Bahkan saat ditangkap sebenarnya F terlihat seperti orang lagi sempoyongan. Kalau bukti-bukti cukup, saya sebagai Mendagri minta Gubernur Riau untuk memecatnya,” tegas Tjahjo.

    Tim Saber Pungli merupakan tim yang dibentuk khusus untuk menangani adanya pungutan liar yang masih sering terjadi di lembaga-lembaga pemerintahan, termasuk dalam pengurusan SIM, STNK, KTP, KK, dan surat-surat penting lainnya.