Fahri Hamzah Tak Setuju Megawati Dilaporkan ke Polisi


    SURATKABAR.ID – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fahri Hamzah turut berkomentar mengenai Megawati Soekarnoputri yang dilaporkan ke polisi karena pidatonya. Fahri mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap pelaporan terbut.

    Fahri menyatakan jika pidato Megawati pada peringatan HUT ke-44 PDI-P beberapa waktu lalu tersebut harusnya dijadikan bahan diskusi bersama, mengingat putri Proklamator Indonesia tersebut merupakan tokoh bangsa sekaligus Presiden kelima RI.

    “Saya juga menyarankan dan mengusulkan agar tim daripada Bu Mega, PDI-P terjun untuk membahas pikiran-pikiran Ibu Mega supaya menjadi dialektika kita. Saya tidak setuju itu dilaporkan,” ujar Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (24/1/2017), dikutip dari kompas.com.

    Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, banyaknya kasus pelaporan yang dilakukan oleh sejumlah pihak tidak baik bagi demokrasi Indonesia.

    “Itu tidak sehat bagi demokrasi kita. Biarlah pikiran Bu Mega adalah renungan beliau yang kita bahas, bukan kita laporkan. Karena semua orang yang berpendapat nanti dilaporkan jadi repot,” tuturnya.

    Ia menyarankan agar polisi melakukan evaluasi agar tidak terjadi saling lapor seperti yang terjadi akhir-akhir ini.

    “Polri ini yang juga harus introspeksi. Jangan semua orang saling lapor kayak begini, kemudian ujungnya ada yang dipidana, ada yang tidak,” kata dia.

    Seperti diberitakan sebelumnya, Megawati dilaporkan oleh staf Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama, Baharuzaman, pada Senin (23/1/2017).

    Polisi menjelaskan jika pelaporan tersebut berkaitan dengan isi pidato yang dia sampaikan saat HUT ke-44 PDI-P pada 10 Januari 2016.

    Salah satu pernyataan yang dianggap telah menodai agama adalah mengenai paparan ideologi tertutup yang disampaikan Megawati pada kesempatan tersebut.

    “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling prophecy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana. Padahal, notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.” kata Megawati.