Inilah Kalimat Megawati Yang Membuat Dirinya Dilaporkan Ke Polisi


SURATKABAR.ID – Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dilaporkan Baharuzaman ke Bareskrim pada Senin (23/01/2017). Megawati dilaporkan atas dugaan penodaan agama terkait pidato HUT ke-44 PDI Perjuangan beberapa waktu lalu.

Brigjen Pol. Rikwanto selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri membenarkan hal pelaporan tersebut. Berdasarkan uraian laporannya, Baharuzaman selaku pelapor menyampaikan merasa sangat terhina oleh petikan kalimat pidato Megawati. Demikian seperti dilansir dalam Tribun.

Diuraikan dalam surat pelaporan tersebut, Baharuzaman sebagai Humas LSM Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti-Penodaan Agama tengah menyaksikan pidato sambutan Megawati Soekarputri dalam acara HUT ke-44 PDIP, melalui televisi. Acara pidato yang dihadiri Presiden Jokowi tersebut diudarakan pada hari jadi PDIP, pada 10 Januari 2017.

Malam itu, Baharuzaman mendengar pernyataan Megawati dalam pidato tersebut yang diduga mengandung unsur penodaan agama. Setelah menyaksikan tayangan pidato Megawati melalui televisi, pelapor (Baharuzaman) kemudian mengunduh video pidato sambutan Megawati dari Youtube pada hari yang sama sekitar pukul 21.00 WIB. Ia lalu menyimpannya dalam CD.

Menurutnya, kata-kata atau kalimat Megawati yang diduga menodai agama adalah, “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup pun memosisikan diri mereka sebagai pembawa ‘self fulfilling propechy’, para peramal masa depan. Mereka dengan fasih meramalkan yang akan pasti terjadi di masa yang akan datang, termasuk dalam kehidupan setelah dunia fana, notabene mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya.”

Baharuzaman merasa sangat terhina atas kata-kata atau kalimat Megawati yang berbunyi “Para pemimpin yang menganut ideologi tertutup … sebagai peramal masa depan”. Ia menduga kalimat tersebut mengandung unsur penodaan terhadap agama tertentu.

Atas dasar kalimat tersebutlah Baharuzaman melaporkan ketua umum PDIP tersebut ke pihak kepolisian. Ia berharap tim penyidik segera menyelidiki hal tersebut sesuai hukum yang berlaku.

Oleh karenanya Megawati Soekarnoputri yang pada malam itu juga mengutip beberapa ucapan pidato dari Bapak Proklamasi Indonesia, Soekarno, dilaporkan ke kepolisian. Dalam surat laporan polisi nomor LP/79/I/2017/Bareskrim tanggal 23 Januari 2017, Megawati diduga telah melanggar Pasal 156 dan atau Pasal 156 a KUH Pidana tentang Penodaan Agama.