Wow! Ada Info Jika Megawati Dilaporkan atas Dugaan Penistaan Agama


SURATKABAR.ID – Berita mengejutkan datang, ada sebuah bukti salinan laporan ke Bareskrim Polri yang beredar di kalangan wartawan. Pihak yang terlaporkan adalah Ketua Umum PDI Perjuangan yaitu Megawati Soekarnoputri.

Salinan laporan tersebut tertuang dalam bukti lapor dengan nomor LP/79/I/2017/Bareskrim dengan tanggal 23 Januari 2010, Megawati dilaporkan atas kasus penodaan agama. Pihak yang melaporkan adalah Baharuzaman yang merupakan hubungan masyarakat swadaya masyarakat (LSM) Aliansi Anak Bangsa Gerakan Anti Penodaan Agama.

Berdasarkan pada bukti lapor, sang pelapor diterima oleh Kompol yang berjaga di Siaga Bareskrim Polri. Pelapor tinggal di daerah Kebon Jahe, Gambir, Jakarta Pusat. Putri Bung Karno itu dijerat dengan Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP tentang penodaan agama. Laporan tersebut terkait perayaan hari ulang tahun PDIP yang berlangsung tanggal 10 Januari 2017 lalu di Jakarta.

Namun Bareskrim Polri ataupun Divisi Humas masih belum sama-sama mengetahui adanya pelaporan tersebut. Brigjen Rudolf Nahak selaku Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri mengaku belum mengetahui adanya laporan tersebt karena masih di luar kota.

“Saya belum tahu, saya masih di Bandung,” paparnya di pesan elektronik pada Senin (23/1/2017), dilansir dari Jpnn.com.

Saat dikonfirmasikan kepada pihak pelapir, Baharuzama membenarkan hal tersebut.

“Laporan itu benar,” paparnya pada Selasa (24/1/2017), dikutip dari tribunnews.com.

Saat ditanya lebih lanjut, mantan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Utara itu enggan untuk menyebutkan alasan pelaporannya. Ia berencana membeberkan hal tersebut nanti saat melakukan konferensi pers dalam waktu dekat.

“Rencananya hari ini konferensi pers. Nanti dikabari,” kata Baharuzaman.

Belum diketahui apakah hal tersebut kelanjutan dari ancaman dari Habib Rizie Shihab atau bukan. Beberapa waktu yang lalu Rizieq menyatakan jika telah menonton video pidato Megawati hingga 10 kali dan menyakini di situ ada unsur penistaan agama dan bangsa.