Lebih Memilih Tak Sekolah Untuk Bela Habib Rizieq


SURATKABAR.ID – Siang tadi, Senin (23/01/2017) Habieb Rizieq Shihab selaku pemimpin organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) menjalani pemeriksaan di Badan Reserse Kriminal Polri (Bareskrim) Markas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Seperti dilaporkan dalam Metro TV News, berbagai persiapan dikerahkan aparat keamanan demi untuk mengantisipasi ribuan massa simpatisan FPI yang menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut dilakukan untuk “menemani” pemeriksaan Rizieq.

Massa FPI terlebih dulu berkumpul di sekitar Masjid Al Azhar. Selanjutnya massa bergerak menuju gedung depan Mapolda Metro Jaya. Salah satunya adalah remaja belasan tahun bernama Wisnu. Alih-alih masuk sekolah, dia lebih memilih absen demi ikut unjuk rasa membela Rizieq Shihab.

“Sudah izin ke sekolah,” kata Wisnu.

Saat ditemui, Wisnu tengah asyik duduk di atas pembatas Jalan Jenderal Sudirman. Sesekali ia menikmati es krim yang kian mencair di tangan kanannya.

Wisnu yang mengenakan baju koko tersebut sengaja datang dari Jagakarsa. Ia tercatat sebagai salah satu siswa SMK Islam An-Nuriyah Timbul, Cipedak, Jakarta Selatan. Wisnu mengikuti long march bersama para pendemo lain dari Masjid Al Azhar.

Ada pun teman sekolah yang berencana menemani Wisnu, Musyafa, juga memilih izin tak menghadiri Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Kota Tua. Musyafa saat itu diketahui masih dalam perjalanan menuju Mapolda Metro Jaya.

“Belum ketemu-ketemu ini, enggak tahu di mana,” ujar Wisnu menyoal Musyafa yang sama-sama masih duduk di bangku kelas dua SMK.

Sebelum berkonvoi, massa FPI berkumpul di kompleks Masjid Al Azhar. Mereka sempat shalat duha bersama. Selain massa FPI, terlihat juga sekelompok orang dari Forum Betawi Rempug (FBR), Laskar Merah Putih, dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang ikut berdemonstrasi.

Gabungan massa tersebut berjalan kaki dari Masjid Al Azhar ke Gedung Polda Metro Jaya. Mereka melewati jalur cepat berlawanan arah sambil melantunkan shalawat serta menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan.

Sejak pagi, pengamanan di sekitar area Polda Metro Jaya memang semakin diperketat menjelang pemeriksaan tersebut. Kawat berduri sudah dipasang di pinggir jalan dekat trotoar, selain di depan pintu masuk gedung. Di area bagian dalam, sejumlah polisi berbaris disiagakan. Empat unit mobil Barracuda, dua unit water canon, dua unit mobil komando, serta tiga unit mobil ambulans sudah diparkir di halaman.

Beberapa personel TNI Kowad atau Komando Wanita Angkatan Darat yang menggunakan jilbab juga tampak bergabung. Sejumlah personel TNI-Polri tampak siap mengamankan dilengkapi sejumlah persenjataan.

Ada pun Rizieq dipanggil tim penyidik karena ucapannya Desember lalu, mengenai gambar palu arit yang tercetak pada uang baru yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Belum dapat dipastikan apakah penyidik kepolisian akan langsung menetapkan Rizieq sebagai tersangka atau tidak, mengingat hal tersebut tergantung dari hasil proses pemeriksaan. Seperti diketahui, rencana penahanan dan hal terkait lainnya harus melalui gelar perkara terlebih dahulu.

Sebelumnya, Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) melaporkan Rizieq ke Polda Metro Jaya pada Minggu (08/01/2017). JIMAF melaporkan Rizieq karena beredarnya video berisi ceramah yang menyebutkan mata uang Rupiah baru berlogo Bank Indonesia mirip palu arit.

Rizieq Shihab disangkakan melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 ayat 2, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016, atas Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008, Tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).