Mengejutkan! Begini Akhir dari Kasus Perselingkuhan Bupati Katingan, Kini dia Malah…


SURATKABAR.ID Kasus perzinaan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dengan FY yang sempat mengegerkan Tanah Air, diketahui berakhir dengan damai.

Pelapor yang juga suami FY, Aipda SH bersedia mencabut laporan perkara asusila tersebut di Polda Kalimantan Tengah. Selanjutnya, Polda pun menerbitkan surat penghentian perkara (SP3).

“Penerbitan SP3 itu setelah SH selaku pelapor sekaligus suami FY mencabut laporan perkara asusila tersebut di Polda Kalteng. Pencabutan laporan itu disampaikan pada Senin (16/1). Kasus asusila ini kan delik aduan absolut, jadi kapan saja pelapor dapat mencabut laporannya. AY dan FY juga tidak perlu lagi wajib lapor,” kata Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Pambudi Rahayu di Palangka Raya, Kamis (19/01/2016), seperti dilansir dari Merdeka.

Perkara perzinaan Bupati Katingan dengan FY bermula ketika SH menggerebek keduanya tanpa busana di dalam kamar sebuah rumah di Jalan Nangka, Kamis (05/01/2016) dini hari.

SH pun melaporkan perzinaan itu ke Polres Katingan. Kasusnya kemudian dilimpahkan ke Polda Kalteng.

Sebelumnya, Direktur Direktorat Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Pol Gusde Wardana membenarkan pihaknya telah memeriksa dan meminta keterangan Bupati Katingan, FY, SH dan kedua anaknya terkait perkara itu.

“Dari keterangan yang dikumpulkan, AY dan FY mengakui perbuatannya dan ada bukti sperma. Meski begitu, AY dan FY sama-sama mengakui telah melaksanakan nikah siri di Bogor, Provinsi Jawa Barat,” kata Gusde.

Dokumen nikah yang digunakan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie, saat menjalani pemeriksaan di Polda Kalimantan Tengah, dalam kasus perzinahan bersama istri anggota Polri, FY, diduga palsu. Pengakuan menikah siri dengan FY, dinilai cuma alibi Yantenglie.

Yantenglie pada Kamis (12/1) kemarin, menjalani pemeriksaan lanjutan sebagai tersangka kasus dugaan perzinahan, di markas Polda Kalimantan Tengah, di Palangkaraya. Keterangan dia, sebagai informasi tambahan dalam kasus dugaab perzinahannya.

“Untuk menentukan palsu atau tidaknya, kita memerlukan ahlinya lagi. Tapi kan penyidik punya penilaian, argumen apapun itu, yang jelas itu kan istri orang lain yang belum cerai,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah AKBP Pambudi Rahayu saat berbincang bersama merdeka.com, Jumat (13/01/2016).

Perzinaan ini tidak hanya sempat diproses hukum, namun juga menjadi perhatian serius dari DPRD Kabupaten Katingan.

Sebanyak 19 Anggota DPRD Kabupaten Katingan sempat melakukan rapat internal dan sepakat membentuk panitia khusus (pansus) untuk menindaklanjuti kasus tersebut, Senin (17/01/2017).

Ketua DPRD Katingan Iqnatius Mantir L Nussa usai memimpin rapat internal itu mengatakan anggota yang tergabung dalam pansus tersebut yakni, Kariyadi, Herman Primansyah, Eterly, Riming, Ramba, Saufudi, Fahmi Fauzi, Bakti Gunawan, Sugianto, Marserius, dan Esen Hoper.

“Kami berikan waktu kepada pansus ini untuk menangani masalah perzinaan yang dilakukan Bupati Katingan,” kata Mantir. Seperti dikutip dari Antara. http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaAwas, Pisau Cukur Berpotensi Tularkan HIV dan Hepatitis!
Berita berikutnyaMiris! Unggah Foto di Masjid, Petinju Juara Dunia Ini Malah Panen Kecaman, Ada Apa?