Habib Rizieq Minta Mediasi, Polisi Menolak


SURATKABAR.ID –  Pihak Kepolisian menyatakan jika pihaknya tidak bisa memenuhi permintaan mediasi Iman Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab. Sejumlah kasus yang menjeratnya tidak bisa dengan mudah dihentikan dengan hanya melakukan mediasi saja.

Kombes Awi Setiono selaku Kepala Bagian Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri menyebutkn jika, polisi tidak memiliki kewenangan untuk melakukan mediasi. Mediasi dilakukan untuk menyelesaikan masalah, papar Awi, dan seharusnya dilakukan oleh mereka yang saling bergesekan.

“Penyelesaian kekeluargaan bukan inisiatif polisi, jadi harus kedua pihak,” papar Awi di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu (18/1/2017), dikutip dari cnnindonesia.

Sebelumnya, pemimpin FPI tersebut mengajak pihak-pihak yang melaporkannya untuk melakukan dialog agar tidak muncul adu domba di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian sendiri memiliki prosedur dan tidak bisa menghentikan penyelidikan terhadap laporan yang bersifat aduan. Menurutnya, penghentian penyelidikan hanya bisa dilakukan ketika sang pelapor melakukan pencabutan terhadap laporannya.

Lebih dari itu, jika tidak ada pencabutan laporan, pihak kepolisian akan terus melakukan proses penyelidikan kepada Habib Rizieq. Polisi bahkan juga akan meningkatkan status kasus yang menyeret Rizieq jika telah menemukan setidaknya dua bukti saja.

Hingga saat ini, setidaknya ada enam laporan yang masuk ke pihak kepolisian yang menyeret nama Rizieq. 5 laporan tersebut tengah diselidiki oleh Polda Metro Jaya, sedangkan satu lainnya di Polda Jawa Barat.

Enam laporan tersebut dibagi menjadi 3 kasus, yakni dugaan penodaan agama, soal palu arit di mata uang baru, dan penodaan dasar negara pancasila.

Yang terbaru laporan mengenai pernyataan soal ‘sampurasun’ dan dugaan penghinaan Kapolda Metro Jaya. Dua kasus ini belum termasuk yang yang diatas. Jadi, jika ditotalkan, laporan yang menyeret nama Rizieq Shihab ini ada 8 buah.