Pelantikan Donald Trump Diwarnai Aksi Boikot Anggota Kongres


SURATKABAR.ID – Jelang Jumat (20/01/2017), Amerika Serikat akan melantik presiden mereka yang baru, Donald Trump. Namun setidaknya hingga saat ini, tercatat sudah 26 orang anggota kongres yang memilih untuk tidak menghadiri acara pelantikan presiden ke-45 AS tersebut. Ke-26 orang anggota kongres dari Partai Demokrat tersebut menyatakan akan memboikot acara pelantikan Trump lantaran pembelaan mereka terhadap John Lewis.

John Lewis diketahui merupakan seorang anggota terkemuka gerakan hak-hak sipil Amerika sejak tahun 1960-an. Ia bahkan dianggap sebagai pahlawan oleh banyak warga di negara Paman Sam itu. Rupanya para anggota kongres tersebut merasa tersinggung karena sikap Trump yang bar-baru ini telah mengritik ikon HAM Amerika Serikat yang juga merupakan salah astu anggota kongres tersebut.

Seperti dilansir dalam Kompas Internasional, diketahui Trump meluapkan kemarahannya pada Lewis Jumat pekan lalu. Kejadian bermula saat John Lewis selaku anggota Kongres mengatakan bahwa Trump bukan “presiden yang sah” sehingga ia tidak akan menghadiri pelantikannya.

Ada pun selama 30 tahun malang melintang sebagai anggota Kongres, baru kali ini Lewis menyatakan akan absen dari acara pelantikan presiden.

Anggota Kongres asal negara bagian Georgia tersebut mengatakan, dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang dimenangi oleh Trump juga menjadi salah satu penyebab dirinya enggan hadir dalam acara pelantikan tersebut.

“Ketika Anda menghina anggota Kongres John Lewis, maka Anda menghina Amerika,” tegas Yvette Clarke, selaku salah satu dari lima anggota Kongres dari New York, yang akan memboikot pelantikan Trump sebagai presiden Amerika Serikat menggantikan kepemimpinan Barack Obama.

Jauh sebelum John Lewis menyatakan akan memboikot pelantikan Trump, anggota Kongres dari negara bagian Illinois, Luis Gutierrez, tercatat merupakan anggota Kongres pertama yang menyatakan pemboikotan pada Desember 2016.

Ted Lieu yang juga adalah salah satu anggota Kongres asal California mengatakan, “Bagi saya, keputusan pribadi untuk tidak menghadiri pelantikan cukup sederhana, apakah saya mendukung Donald Trump, atau saya mendukung John Lewis? Saya mendukung John Lewis.”

Sementara itu, Katherine Clark, seorang wakil dari Massachusetts, menyatakan juga tak akan menghadiri pelantikan presiden pada minggu lalu.

“Keluarga-keluarga di distrik saya takut kalau anti-perempuan, anti-imigran, anti-Muslim, dan janji-janji yang memecah belah yang mengisi kampanye Trump akan menjadi kebijakan-kebijakan yang akan berpengaruh pada kesehatan dan keselamatan setiap warga Amerika,” ungkap Clark.

Ada pun kongres yang disebut-disebut terdiri dari 535 orang anggota. Dan John Lewis yang dibela oleh sejumlah anggota kongres tersebut merupakan orator terakhir yang masih hidup, yang tampil dalam unjuk rasa Maret 1963 di Washington, yang dipimpin oleh Martin Luther King selaku para aktivis hak-hak sipil AS yang melegenda dan inspiratif.