Heboh! Jokowi Komentari Buku “Jokowi Undercover”


SURATKABAR.ID – Buku berjudul Jokowi Undercover yang ditulis oleh Bambang Tri Mulyono bisa dibilang sebagai buku paling sensasional sepanjang tahun 2016.

Buku yang didalamnya menyebut Jokowi sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) ini sempat membuat heboh masyarakat di akhir tahun 2016 lalu.

Bahkan, Bambang Tri pun sempat berseteru dengan Jonriah Ukur (Jonru) terkait buku tulisannya tersebut.

Masyarakat umum pun tak sedikit yang penasaran dengan isinya, meski akhirnya Polri mengatakan bahwa penulisan buku tersebut tak berdasar. Polri juga menuturkan bahwa Bambang Tri, tak memiliki kemampuan yang layak untuk menulis buku non-fiksi seperti Jokowi Undercover.

Menanggapi beredarnya buku tersebut di masyarakat luas, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun angkat bicara. Ia juga menyesalkan pembuatan buku tanpa kaidah ilmiah dalam penulisannya itu.

“Setiap pembuatan buku ada kaidah-kaidah ilmiah, ada materi yang harus diperdalam di lapangan, ada sumber-sumber kredibel yang bisa dipercaya,” tutur Jokowi, dilansir tribunnews.com.

Jokowi juga mengaku tak membaca buku tersebut karena tak ada kejelasan sumber yang digunakan untuk menulisnya.

“Kalau sumber-sumber enggak jelas dan enggak ilmiah, ngapain saya harus baca dan komentari,” imbuhnya.

Bambang Tri, kini telah ditahan oleh Bareskrim Polri. Penangkapannya dilakukan setelah adanya penyelidikan dugaan penyebaran informasi dalam bukunya yang berisi ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi.

Setelah penyelidikan pada Jumat (31/12/2016) lalu, Bambang dijerat dengan Pasal 16 Undang Undang Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Dikriminasi Ras dan Etnis.

Sesuai pasa tersebut, Bambang mendapat tuntutan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta.

Selain itu, Bambang juga dikenakan Pasal 28 ayat 22 UU ITE karena menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan terhadap individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).