Miris! Merasa Tak Diperhatikan, Ratusan Warga NTT Berencana Pindah ke Timor Leste


NTT

SURATKABAR.ID – Tak seperti di Pulau Jawa, sarana dan prasana di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih sangat minim, bahkan terbatas. Hal ini menyebabkan rastusan warga NTT merasa tak diperhatikan oleh pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Warga dari tiga Kecamatan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, bahkan berencana pindah dan menjadi warga negara Timor Leste.

Niatan ini disampaikan oleh Koordinator Forum Masyarakat Mollo Lusianus Tusalak kepada sejumlah wartawan. Sebelumnya, perwakilan warga ini juga telah bertemu Komisi IV DPRD NTT di Kupang, Jumat (13/1/2017).

“Sejak kami masih kecil sampai sekarang, kami sudah berkeluarga dan memiliki anak juga jalan di daerah kami tetap rusak parah tidak diaspal. Kondisi jalan rusak tersebut terdapat di dua ruas yaitu dari Kapan, ibu kota Kecamatan Molo Utara-Situal sepanjang 57 km dan Kapan-Teneotob 73 km. Dua jalur jalan ini menjadi permintaan kami karena untuk Kapan-Situal ini langsung menghubungkan dengan Timor Leste,” ungkap Lusianus, dikutip dari kompas.com

Dalam kesempatan tersebut, Lusianus membawa bukti aspirasi tertulis yang diatandatangani oleh lebih dari 700 warga. Mereka sebenarnya telah mengeluhkan hal serupa selama bertahun-tahun setiap kali musyawarah rencana pembangunan. Namun, hingga kini tak ada tindakan apapun.

Lusianus menambahkan, yang dituntut oleh masyarakat bukanlah listrik atau air, melainkan jalan segera diperbaiki.

Rusaknya jalan utama tersebut menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang murah. Bahkan, petani pisang hanya berani menjual hasil pisang dengan harga Rp 200 persisir pada tengkulak yang datang.

Tak hanya itu, Lusianus juga menyebut bahwa pernyataan Ketua Komisi V DPR RI Fary Francis di media mengenai anggaran pembangunan Rp 10 miliar juga tak ada hasilnya.

“Kami khawatir kalau muncul niat masyarakat untuk berpindah ke Timor Leste karena kondisi infrastruktur tampak lebih bagus dan memudahkan. Sementara untuk masuk ke sana hanya tunjuk kartu pengenal berupa KTP saja,” tegasnya.