FPI Klaim Ada Anggotanya Ditusuk, Kapolda Jabar Membantah


gmbi vs fpi

SURATKABAR.ID – Bentrok yang terjadi antara Front Pembela Islam (FPI) dengan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dipicu adanya isu tentang penusukan terhadap anggota FPI oleh GMBI.

Isu yang mulanya beredar di media sosial ini menyebabkan massa FPI naik pitam dan membakar markas GMBI.

Sebelumnya, Panglima FPI Maman Suryadi juga membenarkan ada anggotanya yang ditusuk, namun ia tak tahu pasti identitas korban penusukan tersebut.

Maman menyatakan bahwa ada lima orang laskar FPI yang mengalami luka serius dan harus dibawa ke rumah sakit. Bahkan, beberapa mobil dan motor milik anggota FPI pun ada yang dirusak.

“Ada memang (yang ditusuk), jadi korbannya begini, karena ini memang sudah massa gitu, kan. Laskar kami yang korban juga sudah ada lima. Mobil kami yang dirusak juga ada, motor-motor kami juga,” tuturnya, seperti dilansir detikcom, Jumat (13/1/2017).

“Bisa lihatlah di video-video, di gambar-gambar, mereka ini sangat anarkis menyerang kami, padahal kami tidak melakukan hal-hal yang memicu mereka untuk menyerang kami. Pihak merekalah yang menyerang kami secara membabi buta. Merusak fasilitas laskar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut bahwa tak ada aksi penusukan terhadap anggota FPI.

Isu penusukan pun menyebar setelah massa FPI dan beberapa ormas di Bandung terlibat bentrok di Markas Polda Jabar ketika Rizieq Shihab menjalani pemeriksaan terkait pelecehan Pancasila.

“Isu satu santri yang ditusuk ternyata tidak benar,” ungkap Anton, Jumat (13/1/2017), dilansir tempo.co.

Meski membantah ada isu penusukan, Anton membenarkan bahwa ada keributan di rumah makan Ampera.

“Memang ada keributan di Ampera. Sebelumnya ada ormas yang bukan GMBI dipukuli dan dibacok FPI. Dua orang. Mereka mencari ada di Ampera. Dengan tangan kosong bukan sajam,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina GMBI ini berjanji akan menindak tegas pelaku kerusuhan tersebut.