30 Tahun jadi Pengacara, Humphrey Anggap Kasus Ahok Paling Konyol


    Humphrey ahok

    SURATKABAR.ID – Salah satu kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyatakan jika kasus yang menjerat mantan Bupati Belitung Timur tersebutb adalah kasus paling konyol yang pernah ia tangani.

    Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Humphrey Djemat yang juga tergabung dalam Tim Advokasi Bhineka Tunggal Ika.

    “30 tahun menjadi lawyer menurut saya ini perkara paling konyol,” kata Humphrey Djemat di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/1/2017), dikutip dari tribunnews.com.

    Humphrey lantas mengungkapkan keyakinannya bahwa kliennya akan menang di akhir persidangan.

    “Digebukin dulu di awal, terakhir menang. Tanda-tanda itu sudah ada. Perkara di pengadilan tidak bisa sembarangan, ada aturan,” ucapnya.

    Selanjutnya ia mengungkapkan jika semua saksi yang memberatkan Ahok sudah disetting. Dikatakannya jika itu semua bertujuan agar Ahok gagal dalam mengikuti Pilkada DKI Jakarta Februari mendatang.

    “(Saksi) Sudah settingan. Demo itu juga sudah settingan,” katanya.

    Ia juga mengungkapkan kejanggalan dari pengakuan para saksi yang katanya tidak saling kenal satu sama lainnya.

    “Saksi-saksi itu katanya tdk saling mengenal waktu melapor, setelah melapor katnya mengaku saling bertemu. Anehnya tdk saling kenal melapornya berdekatan tanggal 6 atau 7 oktober,” lanjutnya.

    Kemudian dia juga mempertanyakan mengenai adanya kesamaan jawaban antar saksi.

    “Ada saksi yang kita tanyakan jawabannya sama, titik koma sama. Apa mungkin? Mungkin dia malaikat tadi. Hanya menyalahkan penyidik. Sama seperti fitsa Hats salahkan polisi,” ungkap Humphrey

    Selain itu, Humphrey juga menyinggung kesaksian Irene Handono. Ia menyatakan jika Ahok sangat keberatan dengan apa yang diungkapkan oleh Irene di persdangan.

    “Irena bilang Ahok memecah belah NKRI. Pak Ahok bilang bagaimana memecah belah? Dia justru menekankan kalau SARA enggak boleh dilakukan,” kata Humphrey.