Ibunda Jokowi Akhirnya Ceritakan Latar Belakang Suaminya


sujiatmi

SURATKABAR.ID – Buku ‘Jokowi Undercover’ dalam beberapa hari terakhir menjadi perbincangan masyarakat. Salah satu yang menghebohkan dalam buku tersebut adalah dugaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memiliki hubungan keluarga dengan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Meski buku yang ditulis oleh Bambang Tri tersebut telah membuat banyak orang menaruh curiga kepada Jokowi, akan tetapi keluarga mantan Wali Kota Solo tersebut terlihat tenang. Ibu Kandung Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo terlihat sangat tenang menanggapi isu-isu tersebut.

Alih-alih menampilkan kemarahan, ibunda Jokowi itu malah mendoakan orang yang memfitnahnya diberi bimbingan dan kesadaran oleh Allah.

“Kita doakan saja agar diberi kesadaran, karena kenyataannya memang tidak seperti itu,” kata Sujiatmi, Senin (2/1/2016) dikutip dari merdeka.com

Pernyataan tersebut dikatakan saat keluarga Presiden Jokowi menggelar syukuran dalam rangka menyambut Tahun Baru 2017 di kediamannya Jalan Pleret Raya 9 A, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari. Acara ini dihadiri kakak dan adik Sujiatmi, Miyono Suryo Sarjono, dan Setyawan Prasetyo, serta kedua adik Presiden Jokowi, Idayati dan Titik Ritawati.

Pada acara tersebut, keluarga juga mendoakan agar Jokowi tetap menjadi pemimpin yang menjaga amanat rakyat dan mampu memberikan keamanan dan kedamaian negara.

“Pak Jokowi sudah memberikan selamat tahun baru 2017 melalui telepon,” tutur Sujiatmi.

Sujiatmi menjelaskan jika syukuran seperti itu sudah dilakukan secara rutin tiap tahun di keluarganya.

Lebih lanjut Sujiatmi lantas menjelsakan bagaimana latarbelakang suaminya. Ia menjelaskan jika suaminya, Noto Miharjo (almarhum) adalah putra seorang kepala desa di Kranggan, Kabupaten Karanganyar.

“Kakek suami dahulu rumahnya di depan orangtuanya, sehingga saya masih bertetangga sering ketemu,” kata Sujiatmi.

Ia lantas menjelaskan bagaimana Noto sebelum jadi suaminya bekerja di usaha milik keluarganya.

“Pak Noto itu, dahulu putra seorang kepala desa, sedangkan keluarga saya pengusaha penggergajian. Namun, Pak Noto akhirnya ikut kerja di penggergajian dan mebel,” jelasnya.

Sujiatmi menjelaskan setelah menikah dengan Pak Noto kemudian pindah rumah di kawasan Srambatan, Solo, dan kemudian pindah lagi di Gilingan Nusukan.

Selepas lima tahun tinggal di Gilingan Nusukan, keluarga Jokowi kembali pindah ke lagi di Jalan A Yani, Manahan, Solo.

Sujiatmi lantas mengenang bagaimana dirinya dulu tertarik dengan ayah Jokowi.

“Saya tertarik dengan Pak Noto karena beliau dahulu gagah dan ‘ngganteng,” katanya mengakui.

Ia kembali menyatakan jika keluarga mendoakan siapapun yang menfitnah Jokowi serta memberi penegasan jika keluarganya tidak pernah terlibat dengan partai terlarang.

“Saya mendoakan orang yang memfitnah mendapat pembimbingan dari Allah SWT. Karena yang dituduhkan tidak ada buktinya dan keluarga saya tidak ada yang terlibat,” sambung Sujiatmi.