Inilah Empat Menteri Yang Mungkin Terdepak Dari Kabinet Menurut Politikus PDIP


000kabinetSURATKABAR.ID – Terdapat deretan nama sejumlah menteri yang diperkirakan akan turun dari jabatannya dalam perombakan kabinet yang selanjutnya. Hal ini bisa terjadi jika Presiden Joko Widodo kembali merombak Kabinet Kerja. Setidaknya, ada empat menteri dan pejabat setingkat menteri yang terancam akan diganti.

Hendrawan Supratikno, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Perekonomian PDI Perjuangan, mengungkapkan ada beberapa menteri yang dinilai kinerjanya kurang paten, seperti diinformasikan oleh nasional.tempo.co.

Yang pertama terancam diganti adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Hendrawan Supratikno berpendapat bahwa pengganti Anies Rasyid Baswedan ini seringkali mengeluarkan kebijakan yang polemik dan kontroversial. Salah satunya termasuk perencanaan moratorium (penundaan) ujian nasional 2017.

Yang kedua terancam yakni Posisi Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki.

Yang ketiga adalah Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir. Selanjutnya Hendrawan tidak menjelaskan secara rinci penyebab pasti mengapa ketiganya dianggap harus diganti.

“Yang jelas, kami (PDI Perjuangan) sudah membuat evaluasi dengan parameter target dan program yang dibandingkan dengan pencapaian,” kata Hendrawan yang dikutip dari Koran Tempo edisi Selasa, (03/01/2017).

Salah satu petinggi dari PDI Perjuangan membisikkan bahwa kinerja Teten sebagai Posisi Kepala Staf Kepresidenan dianggap kurang cemerlang, khususnya dalam meredam isu penistaan agama terkait Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Isu yang seharusnya dapat dicegah itu malah terus bergulir hingga terjadi aksi demonstrasi besar tanggal 4 November dan 2 Desember 2016.

“Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga disorot karena kurang bisa menangani ormas Islam dalam dua aksi tersebut,” kata Hendrawan.

Ada pun salah satu pejabat negara yang mengetahui pembicaraan berkenaan reshuffle ini menyebutkan bahwa Menteri Nasir juga terancam lengser karena kasus pemilihan rektor di sejumlah kampus. Disebutkan Majalah Tempo edisi 24 Oktober lalu memuat dugaan suap pemilihan rektor di sejumlah universitas negeri yang disinyalir melibatkan orang di lingkaran Menteri Nasir. Dugaan tersebut praktis dibantah oleh Nasir.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani, menduga kursi Menteri Agama yang dijabat oleh kader partainya itu tengah diincar oleh pihak tertentu. Menurutnya, kinerja Lukman sudah cukup baik sehingga semestinya tidak perlu diganti.

“Lihat saja kinerja Lukman selama ini,” ujar Arsul. Sementara itu, Lukman menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden. “Jabatan adalah amanah.”

Nyatanya, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah melakukan perombakan kabinet sebanyak dua kali. Pertama, 12 Agustus 2015 dengan mengganti 6 menteri. Kedua, 27 Juli 2016 dengan mengganti 12 menteri.

Muhadjir belum bisa dimintai tanggapannya sehubungan dengan rencana perombakan kabinet ini (telepon dari Tempo tidak berbalas). Sedangkan Teten tidak bersedia ambil komentar. “Saya enggak mau komentar,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis 29/12/2016).

Saat ini pun masih belum ada tanggapan dari Menteri Nasir. Tapi Sekretaris Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Bahri Anshori percaya kader partainya itu tidak akan diganti. “Kan reshuffle-nya enggak ada,” sahut Syaiful Bahri.