Niat Menambang Pasir, Warga Dusun di Jombang Malah Temukan Bangunan Misterius Ini


warga-jombang-dihebohkan-penemuan-bangunan-peninggalan-majapahit-hem

SURATKABAR.ID Warga Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dihebohkan dengan ditemukannya bangunan kuno yang berukuran sangat besar dan diperkirakan peninggalan zaman Majapahit .

 Puing bangunan kuno yang diduga situs bersejarah ini ditemukan warga di Desa Sugihwaras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Dilansir dari Sindonews, setiap hari warga terus berdatangan untuk melihat dari dekat reruntuhan bangunan yang diduga peninggalan dari zaman Majapahit tersebut. Belum diketahui pasti bangunan apa ini apakah candi rumah bangsawan atau bangunan keraton.

Penemunya adalah para penambang galian C yang setiap hari bekerja mengeruk tanah untuk dijual di lokasi tersebut.

Akibatnya sebagian bangunan kondisinya hancur oleh aktivitas penambangan tersebut. Namun sebagian lainnya masih utuh dan berdiri kokoh di bawah tanah.

Warga meyakini bangunan ini peninggalan dari zaman Majapahit karena strukturnya terbuat dari batu bata merah yang ukurannya sangat besar sama dengan struktur bangunan candi-candi Majapahit pada umumnya.

Namun yang membuatnya berbeda adalah ukuran bangunan ini yang sangat besar dengan panjang dan lebar mencapai lebih dari 40 meter.

Selain batu bata merah berukuran besar dari lokasi ini warga juga mengaku menemukan berbagai benda kuno lainnya diantaranya adalah uang logam kuno guci kuno dan timbangan kuno.

Namun sayangnya benda-benda tersebut kini raib dibawa warga yang menemukannya. Agar bangunan kuno ini tidak semakin hancur Pemerintah Desa Sugihwaras langsung melarang warga melanjutkan penambangan di lokasi situs.

Feri Mulyatno Kepala Desa Sugihwaras mengaku juga sudah melaporkan adanya penemuan bangunan kuno ini ke Pemerintah Kabupaten Jombang serta BP3 Trowulan.

Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan dengan luas wilayah yang terbesar di indonesia selain Kerajaan Sriwijaya.

Majapahit juga dikenal memiliki panglima pernang nan tangguh, yakni Patih Gajah Mada merupakan salah satu tokoh sentral di Kerajaan Majapahit saat mencapai masa kejayaannya dengan pusat pemerintahan di Wilwatikta atau sekarang dikenal Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Dinasti yang didirikan oleh Raden Wijaya (wafat tahun 1309) berdarah bangsawan Jawa dan Sunda ini mencapai puncak kejayaan di era Raja Hayam Wuruk.

Masa kejayaan Majapahit tidak lepas dari figur Gajah Mada, termasuk segudang kontroversi cerita yang hingga kini masih berselimut gelap.

Karir militernya di Majapahit mulai menanjak setelah dia berhasil menyelamatkan Jayanegara, raja kedua Majapahit dalam peristiwa pemberontakan Ra Kuti tahun 1319.