Buntut Kapal Terbakar, Menhub Pecat Syahbandar Muara Angke


Evakuasi mayat korban kapal wisata Zahro Express dan sebanyak 20 Kantong Jenazah Dibawa Keluar dari Kapal Wisata yang Terbakar di 1 mil dari pelabuhan Kali Adem Muara Angke Jakarta Utara. Foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos

SURATKABAR.ID – Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla)—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Antonius Tonny Budiono pastikan mencabut otoritas jabatan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Muara Angke sesegera mungkin. Hal itu dilakukannya karena dinilai KSOP Syahbandar lalai mengemban tanggungjawab atas kecelakaan kapal Zahro Express yang menelan 23 korban jiwa Minggu kemarin.

“Saya copot Kepala KSOP Muara Angke. Karena, dia telah melakukan kelalaian,” kata Tonny di kantor Menteri Perhubungan, Jakarta, Senin (02/02/2017) seperti dipantau oleh tribunnews.com.

Tonny menjelaskan bahwa Kepala KSOP Muara Angke telah melakukan kelalaian fatal. Salah satunya, ada perbedaan data penumpang di manifes lisensi keberangkatan kapal dengan jumlah penumpang yang sesungguhnya. Dalam surat izin, tertera penumpang hanya berjumlah 100 orang. Nyatanya penumpang yang diangkut dalam kapal naas itu ada lebih dari 184.

“Sebagai aparatur negara yang bertanggung jawab atas keselamatan [jiwa penumpang], itu sangat fatal,” ungkap Tonny.

Meski dicabut, namun Kepala KSOP Muara Angke belum akan dipecat dari statusnya sebagai pegawai negeri sipil.

“Kami copot sebagai KSOP, bukan dipecat. Kalo pecat, beda lagi. Nanti ada aturannya,” jelasnya menerangkan prosedur pencopotan dan pemecatan tersebut.

Selain itu, Tonny juga akan menggali lebih dalam lagi berkenaan dengan laporan kapten kapal dan anak buahnya. Mereka dikabarkan meninggalkan penumpang saat kebakaran terjadi. Hal tersebut dianggap melanggar peraturan. Dan bila benar terjadi, mereka bisa dikenai sanksi.

“Etika pelaut [mestinya menjadi pihak yang] paling belakangan terjun menyelamatkan diri. Harus menyelamatkan penumpang, memberi arahan bagaimana menyelamatkan penumpang. Enggak boleh terjun duluan. Bagaimana memberi komando untuk menyelamatkan diri, kalo dia justru terjun duluan,” ujarnya.

Ada pun Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis menjelaskan, “Kita minta KSOP bertanggungjawab. Segera sampaikan hasilnya secara cepat. Kita minta tidak ada yang ditutup-tutupi,” ujarnya saat dihubungi oleh jawapos.com, Senin (02/01/2017).

Francis menerangkan bahwa sebelumnya pihak DPR sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi keamanan dan kenyamanan libur Natal dan tahun baru. Pasalnya karena belakangan ini persoalan kecelakaan transportasi terus saja berulang.

“Kita sudah rekomendasikan untuk dikawal ketat. Kita minta Kemenhub menindak tegas itu. Dari KSOP-nya sendiri yang berkaitan dengan manifes, maupun perusahaan,” tegas Francis.

Fary meminta agar proses investigasi segera dilakukan atas terbakarnya kapal Zahro Express. “Kita minta kepada KNKT untuk melakukan investigasi,” tuturnya.

Kecelakaan kapal laut angkutan Zahro Express terjadi beberapa menit setelah kapal mulai berlayar ke Pulau Tidung. Kapal yang diklaim buatan tahun 2013 ini mengangkut wisatawan yang hendak menghabiskan waktu liburannya untuk piknik. Sampai saat ini kecelakaan naas tersebut telah merenggut 23 korban jiwa sedangkan puluhan penumpang lainnya masih harus menjalani perawatan karena luka bakar.

Kapal dua lantai ini mengalami kebakaran yang tersulut dari engine room hingga pada buntut kapal. Sampai berita ini diangkat, proses evakuasi masih berjalan karena masih ada 17 orang penumpang yang hilang dan belum ditemukan.