Gara-Gara Kunci Patah, Pria Ini Buktikan Jika Orang Ikhlas Itu Ada dan Banyak


kunci-mobil

SURATKABAR.ID – Sebuah kisah menyentuh dan penuh hikmah bisa kita jadikan pelajaran untuk mengawali 2017. Karena kunci mobil yang patah, ia bertemu dengan banyak orang baik yang menolongnya dengan ikhlas.

Kisah yang diposting di Facebook oleh akun Raden Haryo Bambang Wisanggeni ini berawal ketika dirinya menikmati tahun baru di salah satu pusat perbelanjaan di Surabaya.

Sayangnya, ketika akan pulang, kunci mobilnya patah. Ia pun kebingungan mencari ahdli duplikat kunci karena semua pada tutup di tahun baru.

Ia pun mencoba menghubungi seorang teman. Sayang setelah sempat berputar-putar, mereka tak juga menemukan tukang kunci. Hingga akhirnya seorang polisi datang membantunya.

Polisi ini memboncengnya menyusuri gang-gang sempit untuk menemukan tukang kunci. Perjuangan ini pun membuahkan hasil. Mereka bertemu seorang tukang kunci dirumahnya.

Ketika akan membayar, tukang kunci mematok biaya Rp 25.000. Tapi karena hanya memiliki pecahan Rp 50.000 pria ini memberikan uang tersebut dan tak meminta kembaliannya. Namun, dengan tegas tukang kunci menolak hal tersebut.

Setelah kembali ke tempat ia memarkir mobilnya bersama polisi, pria ini memberikan sedikit uang sebagai biaya untuk mengganti bensin. Namun, lagi-lagi ia mendapat penolakan.

Hari itu, hanya karena sebuah kunci yang patah, ia menemukan orang-orang baik yang ikhlas dan jujur dalam melakukan segala hal.

Berikut status lengkapnya.

Hari ini saya menemukan arti kata “IKHLAS” dari sebuah Kunci Patah.

Parkir di sebuah Pusat Perbelanjaan di Surabaya. Begitu mau kunci pintu mobil … crack … kunci patah jadi 2. Alhamdulillah yang patah masih bisa dicabut.

Terus mulihe piye ?? Mikir ….

Berjalan menelusuri jalanan yang Panas mencari ahli Duplikat Kunci, semua pada Tutup, maklum hari ini Hari Libur Nasional.

Capek berjalan & hampir putus asa, saya menelepon teman yang rumahnya dekat situ, Hery M Sutan yang sedang mengantar anaknya. Tapi begitu tahu saya sedang dalam kesulitan keperluannya ditinggalkan untuk membantu saya. #Ikhlas No. 1.

Setelah putar2 dan tidak menemukan juga ahli duplikat kunci akhirnya saya kembali berjalan dengan 80% putus asa. Saya tertegun ketika seorang Polisi Cepek (Pak Ogah) memanggil saya.

Pados nopo mas (Cari apa mas) kok dari tadi mondar-mandir ?
Pados tukang kunci pak (Cari tukang kunci pak), kunci kulo Tugel.
Monggo kulo gonceng sepeda motor madosi …

Akhirnya saya pun digonceng naik motor keluar masuk kampung yang sangat sempit dan akhirnya menemukan Tukang Kunci yang sedang tidur di rumahnya menikmati Hari Libur …

Singkat kata … Kunci Duplikat pun dibuatkan dan selesai dengan biaya Rp. 25.000,-. Saya bayar dengan uang Rp. 50.000,- dan katanya mboten wonten susuke mas. Kersane mpun pak, sing penting kulo saget wangsul … Tapi Pak Tukang Kunci ndak mau, dia berusaha mencarikan kembaliannya … Saya bilang ndak usah pun beliau tetap ndak mau. #jujur #Ikhlas No. 2.

Saya pun diantar kembali ke tempat semula oleh bapak Polisi Cepek tadi. Sebagai ucapan terima kasih & pengganti uang bensin beliau, saya sodorkan uang … niki pak, damel tumbas Bensin. Dan beliau pun menolak. Mboten mas, kulo Ikhlas kok, saestu mboten usah. Saya paksa pun tidak mau, kemudian saya ditinggal sambil plonga plongo merasa punya hutang … #Ikhlas No. 3.

Sampai di mobil, saya coba kunci duplikat tadi dan … EUREKA. Akhirnya saya, istri & anak2 bisa pulang ke rumah.

Ya Allah, berikanlah mereka yang benar2 masih mempunyai rasa “IKHLAS” derajat yang tinggi di Dunia & Akhirat. Mungkin hanya doa ini yang bisa saya berikan buat mereka. Kabulkanlah doa saya ini Ya Allah … Amin.

Nb : Dan mereka tidak menanyakan apa Suku & Agama saya sebelum mereka menolong saya.