Asyik Berwisata di Malang, Ratusan WNA Cina Diusir


wn-cina

SURATKABAR.ID – Malang merupakan salah satu lokasi wisata populer di Indonesia. Tak heran jika banyak turis asing yang mengunjungi Kota Malang untuk menghabiskan waktu liburan mereka.

Namun, beberapa waktu lalu Kantor Imigrasi Kelas I (Kanin) Malang telah mengusir 143 warga negara asing (WNA) asal Cina yang tengah berwisata di Kota Malang dan sekitarnya.

WN Cina ini terdiri dari 139 orang pria dan empat wanita. Pengusiran dilakukan karena para wisatawan asal Cina ini tak membawa serta paspor mereka ketika bepergian dan berwisata.

Kepala Kanim Malang, Novianto Sulastono, menyebutkan bahwa peristiwa ini terjadi sekitar pertangahan Desember lalu. Ratusan wisatawan asal Cina ini diketahui keberadaanya saat dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pengawas Orang Asing (PORA).

“Setelah diinvestigasi lebih jauh kehadiran mereka ternyata untuk bekerja di Surabaya dan Gresik, namun menunggu terbit IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing dari Disnaker,” jelas Novianto, dikutip dari republika.co.id, Kamis (29/12/2016).

Saat menunggu terbitnya IMTA inilah mereka menghabiskan waktu untuk berwisata di Malang menggunakan visa kunjungan hingga 21 Desember 2016. Namun, keberadaan mereka terendus oleh Tim PORA, sehingga mereka diminta kembali ke Surabaya pada 17 Desember 2016 lalu.

Novianto menambahkan, pengusiran yang dilakukan Kanim Malang ini untuk mencegah terjadinya pelanggaran lain terkait urusan keimigrasian.

Para WN Cina yang terusir pun menyadari kesalahan mereka yang tak membawa serta paspor yang masih di tahan Kantor Imigrasi Tanjung Perak untuk keperluan mengurus IMTA.

Berdasarkan catatan resmi Kanim Malang terdapat 943 tenaga kerja asing yang telah mengantongi izin tinggal dan IMTA.

Menurut Novianto, wilayah kerja Kanim Malang meliputi Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota dan Kabupaten Pasuruan, Kota dan Kabupaten Probolinggo, serta Kabupaten Lumajang.